PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DAN SALAT TAHAJUD TERHADAP KADAR KORTISOL DAN TRIGLISERIDA PENDERITA HIPERTENSI


TAJANI, KHUMAERA DAHLAN (2026) PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DAN SALAT TAHAJUD TERHADAP KADAR KORTISOL DAN TRIGLISERIDA PENDERITA HIPERTENSI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K042232010-qWv9gH7nLKVsdSy2-20260713231904.pdf] Text
K042232010-qWv9gH7nLKVsdSy2-20260713231904.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Selain terapi farmakologis, dislipidemia, khususnya peningkatan kadar trigliserida, serta stres kronis yang ditandai oleh peningkatan hormon kortisol, berperan dalam patofisiologi hipertensi. Pendekatan nonfarmakologis berbasis gizi pangan lokal dan spiritual berpotensi mendukung pengendalian faktor risiko tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kapsul biji labu kuning yang dikombinasikan dengan pelaksanaan salat tahajud terhadap kadar trigliserida dan kortisol pada penderita hipertensi. Metode. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pre–post test control group design. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (n = 25) yang menerima obat antihipertensi standar dan kelompok intervensi (n = 24) yang menerima kapsul biji labu kuning (700 mg dua kali sehari) serta melaksanakan shalat Tahajud (≥3 kali/minggu). Intervensi dilakukan selama 30 hari. Kadar trigliserida darah diukur menggunakan metode GPO-PAP, sedangkan kadar kortisol saliva diukur menggunakan metode imunologi (immunoassay). Perbedaan dalam kelompok dan antar kelompok dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebanyak 49 pasien hipertensi mengikuti penelitian ini, terdiri atas 24 responden pada kelompok intervensi dan 25 responden pada kelompok kontrol. Karakteristik dasar kedua kelompok homogen (p>0,05). Kepatuhan konsumsi kapsul biji labu kuning dan pelaksanaan salat tahajud pada kelompok intervensi mencapai 100%. Setelah 30 hari intervensi, kadar trigliserida menurun signifikan pada kedua kelompok (p<0,001), dengan penurunan yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,007). Kadar kortisol saliva menurun signifikan pada kelompok intervensi (p<0,001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna (p=0,312). Namun, tidak terdapat perbedaan kadar kortisol saliva yang signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p=0,509). Kesimpulan. Kombinasi konsumsi kapsul biji labu kuning (Cucurbita moschata) dan salat tahajud selama 30 hari efektif menurunkan kadar trigliserida pada penderita hipertensi dibandingkan terapi standar. Intervensi ini juga menunjukkan potensi dalam menurunkan kadar kortisol saliva pada kelompok intervensi. Secara keseluruhan, kombinasi pendekatan gizi dan spiritual berpotensi mendukung pengendalian faktor metabolik dan stres yang berperan dalam hipertensi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Hipertrigliseridemia; Biji Labu Kuning; Salat Tahajud; Profil lipid; Hormon Stress; Tekanan darah
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:33
Last Modified: 19 Oct 2026 02:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59724

Actions (login required)

View Item
View Item