ASPEK SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DALAM PEMANFAATAN SATWA LIAR DI KABUPATEN LUWU


BISRI, AFIFAH FAUZIYYAH AL (2026) ASPEK SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DALAM PEMANFAATAN SATWA LIAR DI KABUPATEN LUWU. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M031221020-fullll.pdf] Text
M031221020-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keberadaan satwa liar di Sulawesi menghadapi ancaman yang semakin serius akibat aktivitas manusia seperti perubahan fungsi lahan serta eksploitasi, sementara pendekatan konservasi yang ada kerap gagal karena kurangnya perhatian terhadap kajian etnozoologi (hubungan manusia-satwa liar) sehingga menyebabkan minimnya pengetahuan mengenai potensi pemanfaatan satwa liar yang dapat menghambat upaya konservasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat lokal di Kabupaten Luwu memandang, memanfaatkan dan berinterakasi dengan satwa liar dari sisi sosial, budaya, dan ekonomi sebagai landasan merancang kebijakan konservasi yang berkelanjutan. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2025 di Desa Tibussan dan Desa Tabang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 40 responden (20 per desa) menggunakan kuesioner yang dipilih secara purposif kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil. Secara sosial, masyarakat di kedua desa memiliki ikatan sosial yang erat, tercermin dari tingginya partisipasi dalam kegiatan gotong royong, meski energi kolektif ini lebih banyak digunakan untuk melindungi lahan dari satwa daripada untuk konservasi. Dari sisi budaya, kepercayaan lokal seperti pamali, mitos, dan ritual adat yang masih hidup di tengah masyarakat, tanpa disadari berperan sebagai pelindung alami satwa liar. Dari sisi ekonomi, seluruh responden bergantung pada perkebunan kopi dan cengkeh dan tidak satu pun menjadikan satwa liar sebagai sumber pendapatan: bahkan mayoritas mengalami kerugin akibat gangguan satwa pada lahan mereka, sehingga satwa liar lebih banyak dipresepsikan sebagai ancaman. Kesimpulan. Perlunya pendekatan konservasi yang tidak hanya berbasis larangan, tetapi juga mampu menyelaraskan perlindungan satwa liar dengan kebutuhan ekonomi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali kearifan lokal sebagai fondasi konservasi yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Etnozoologi, kearifan lokal, konflik manusia-satwa, konservasi partisipatif
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:31
Last Modified: 19 Oct 2026 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59722

Actions (login required)

View Item
View Item