PRATAMA, LA ODE MUH. ARYA ZALTIAN (2026) KOMPARASI HORMON NAA DAN 2,4-D TERHADAP INDUKSI KALUS TANAMAN JAMBLANG (Syzygium cumini). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021221058-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (946kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Tanaman jamblang (Syzygium cumini) merupakan spesies berpotensi tinggi yang mulai langka akibat minimnya upaya budidaya. Teknik kultur jaringan melalui induksi kalus menjadi solusi perbanyakan yang efektif, namun efektivitas perbandingan antara ZPT NAA dan 2,4-D dalam menginduksi kalus jamblang pada media WPM belum banyak dikaji secara langsung. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis ZPT auksin antara NAA dan 2,4-D yang memberikan respons paling optimal dalam pembentukan kalus eksplan daun jamblang pada media WPM. Metode. Penelitian menggunakan eksplan daun jamblang yang ditanam pada media WPM dengan penambahan ZPT NAA dan 2,4-D masing-masing pada 7 taraf konsentrasi (4, 4,5, 5, 5,5, 6, 6,5, dan 7 ppm) serta satu perlakuan kontrol tanpa ZPT. Variabel yang diamati meliputi waktu tumbuh kalus, persentase hidup dan mati eksplan, warna kalus, tekstur kalus, dan berat kalus selama 120 hari setelah tanam (HST). Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Pairwise Comparisons. Hasil. ZPT NAA berhasil menginduksi kalus pada seluruh 7 taraf konsentrasi yang diuji, sedangkan ZPT 2,4-D hanya efektif pada konsentrasi rendah (4–5 ppm) dan menyebabkan kematian total eksplan pada konsentrasi 5,5 ppm ke atas akibat toksisitas. Perlakuan ZPT NAA menghasilkan waktu induksi tercepat (29 HST), viabilitas eksplan hingga 100%, variasi warna kalus lebih beragam (putih, putih kecoklatan, kecoklatan, dan putih kehijauan), serta biomassa tertinggi sebesar 42,32 mg pada konsentrasi 5 ppm. Perlakuan ZPT 2,4-D hanya menghasilkan warna kecoklatan dengan biomassa tertinggi 24,90 mg. Kesimpulan. ZPT NAA terbukti lebih efektif dibandingkan ZPT 2,4-D dalam menginduksi kalus eksplan daun jamblang (Syzygium cumini) pada media WPM, dengan perlakuan NAA 5 ppm sebagai perlakuan paling optimal berdasarkan seluruh variabel yang diamati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | auksin; induksi kalus; kultur jaringan; Syzygium cumini; ZPT |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 02:01 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 02:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59710 |
