PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KERAWANAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MAJENE


ADRIAN, FIQHI (2026) PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KERAWANAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MAJENE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221089-fullll.pdf] Text
M011221089-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Fiqhi Adrian. Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan pada Kerawanan Tanah Longsor di Kabupaten Majene (dibimbing oleh Dr. Ir. Roland A. Barkey). Latar Belakang : Kabupaten Majene merupakan wilayah dengan risiko bencana tanah longsor yang sangat tinggi di Provinsi Sulawesi Barat. Selain faktor alamiah, perubahan tutupan lahan akibat aktivitas manusia ditengarai menjadi pemicu utama meningkatnya frekuensi bencana ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap kejadian tanah longsor di Kabupaten Majene pada periode 2020–2024. Metode. yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi antara Frequency Ratio (FR) untuk menganalisis hubungan spasial titik kejadian longsor dengan faktor penyebabnya, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kepentingan setiap parameter. Parameter yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, geologi, dan tutupan lahan. Validasi model dilakukan menggunakan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) dengan menghitung nilai Area Under Curve (AUC). Kesimpulan. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa tutupan lahan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tanah longsor di Majene dengan bobot sebesar 27%. Secara statistik melalui metode FR, kelas tutupan lahan perkebunan memiliki nilai probabilitas tertinggi (9,06), diikuti oleh kondisi geologi Fluviatil (4,33), jenis tanah Entisol (3,29). Selama periode 2020–2024, terjadi degradasi hutan seluas 21,75 hektar menjadi semak belukar dan konversi semak belukar seluas 19,98 hektar menjadi perkebunan. Model akhir menghasilkan peta kerawanan yang menunjukkan wilayah seluas 19.161,46 hektar (21,31%) masuk dalam kategori kerawanan tinggi. Validasi model menggunakan AUC menunjukkan nilai sebesar 0,993, yang mengindikasikan bahwa tingkat akurasi model adalah sangat baik (Excellent). Kesimpulan penelitian ini mempertegas bahwa penurunan kualitas vegetasi dari hutan alami menjadi lahan budidaya secara langsung menurunkan stabilitas lereng di Kabupaten Majene. Kata Kunci: Tanah Longsor, Tutupan Lahan, Frequency Ratio, AHP, Kabupaten Majene.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Tanah Longsor, Tutupan Lahan, Frequency Ratio, AHP, Kabupaten Majene.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:42
Last Modified: 19 Oct 2026 01:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59702

Actions (login required)

View Item
View Item