IMPLEMENTASI SENSOR ULTRASONIK UNTUK PEMANTAUAN TINGKAT AIR DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DENGAN TEKNOLOGI IoT DAN SISTEM PERINGATAN DINI BERBASIS WEB


DAFFAERSA, MUHAMMAD FIRJA (2026) IMPLEMENTASI SENSOR ULTRASONIK UNTUK PEMANTAUAN TINGKAT AIR DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DENGAN TEKNOLOGI IoT DAN SISTEM PERINGATAN DINI BERBASIS WEB. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D041211134-MNAkZq7XnjLlihs5-20260728120647.pdf] Text
D041211134-MNAkZq7XnjLlihs5-20260728120647.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract (Abstrak)

Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di lingkungan perumahan akibat curah hujan tinggi dan kondisi drainase yang buruk, sementara sistem pemantauan tingkat air yang ada saat ini masih bersifat manual atau belum dirancang khusus untuk skala perumahan, sehingga diperlukan sistem pemantauan berbasis IoT yang mampu memberikan informasi secara real-time dan peringatan dini melalui antarmuka web. Tujuan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan tingkat air berbasis sensor ultrasonik HC-SR04 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32, protokol MQTT, dan antarmuka web, serta mengevaluasi tingkat responsivitas sistem dalam memberikan notifikasi peringatan dini saat ketinggian air melewati ambang batas. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengembangkan prototipe sistem pemantauan menggunakan tiga unit sensor ultrasonik HC-SR04 yang ditempatkan pada beberapa titik saluran, dikendalikan oleh ESP32 dan dilengkapi buzzer sebagai indikator peringatan lokal. Data dikirimkan ke website monitoring melalui protokol MQTT, kemudian dilakukan pengujian akurasi sensor, komunikasi data, konsistensi sistem, dan stabilitas operasional selama 7 hari. Hasil. Sensor HC-SR04 menunjukkan nilai error rata-rata yang relatif kecil pada ketiga perangkat (0,73%, 1,68% dan 2,61%). Pengujian komunikasi MQTT menghasilkan rata-rata publish latency 946,2 ms , connect time 5652,4 ms, dan reconnect time 5658,7 ms. Pengujian konsistensi menunjukkan tidak ditemukan state mismatch antara kondisi fisik perangkat, buzzer, dan tampilan dashboard, serta sistem mampu reconnect otomatis tanpa konfigurasi ulang. Selama 7 hari pengujian lapangan, sistem beroperasi secara normal tanpa kegagalan fungsi, dengan konsumsi energi sekitar 21,6 Wh/hari. Kesimpulan. Sistem pemantauan tingkat air berbasis sensor ultrasonik dan IoT berhasil diimplementasikan dengan komunikasi MQTT yang stabil, akurasi sensor yang memadai, serta sistem peringatan dini berbasis web yang responsif, sehingga layak diterapkan untuk mendukung mitigasi banjir di lingkungan perumahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Banjir; sensor ultrasonik; HC-SR04; ESP32; Internet of Things (IoT); MQTT; sistem peringatan dini.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:14
Last Modified: 19 Oct 2026 02:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59701

Actions (login required)

View Item
View Item