KHATIMAH, HUSNUL (2026) IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI JAMUR PADA KOMPONEN KAYU DI MUSEUM KOTA MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021221064-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Komponen kayu pada bangunan bersejarah rentan mengalami biodeteriorasi akibat pertumbuhan jamur. Kondisi lingkungan museum yang lembap serta kurangnya sirkulasi udara dapat mendukung pertumbuhan jamur yang berpotensi merusak nilai historis, estetika, dan struktur material kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur yang tumbuh pada komponen kayu di Museum Kota Makassar hingga tingkat genus berdasarkan karakteristiknya. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling pada bagian bangunan dan furnitur kayu yang menunjukkan indikasi pertumbuhan jamur. Isolasi jamur dilakukan menggunakan metode tanam langsung pada media Potato Dextrose Agar (PDA), dilanjutkan dengan pemurnian serta identifikasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan karakteristik koloni dan struktur mikroskopis jamur. Penelitian berhasil memperoleh delapan isolat jamur. Hasil identifikasi menunjukkan satu isolat termasuk genus Schizophyllum, satu isolat genus Volvariella, tiga isolat genus Aspergillus, serta tiga isolat lainnya tidak dapat diidentifikasi hingga tingkat genus (unidentified fungi). Genus Schizophyllum dicirikan oleh spora berbentuk silindris dan hifa bersekat, Volvariella memiliki hifa bersekat dengan pertumbuhan miselium menyerupai kapas dan memiliki tubuh buah yang bentuknya seperti telur, sedangkan Aspergillus menunjukkan adanya hifa bersekat, vesikel, dan konidia. Jamur ditemukan pada suhu ruangan berkisar 25,7°C –27,4°C dengan kelembapan 52%–62%. Komponen kayu di Museum Kota Makassar menjadi habitat bagi berbagai jenis jamur yang berpotensi menyebabkan biodeteriorasi. Genus Schizophyllum berperan sebagai jamur pelapuk kayu, Volvariella sebagai jamur saprofit pada bahan lignoselulosa, dan Aspergillus sebagai jamur pewarna yang dapat menimbulkan perubahan warna pada material. Keberadaan jamur-jamur tersebut menunjukkan perlunya upaya pengelolaan lingkungan dan konservasi yang lebih baik untuk mencegah kerusakan material kayu pada bangunan bersejarah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Biodeteriorasi, Museum Kota Makassar, Jamur Pelapuk Kayu, Jamur Pewarna. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 06:08 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 06:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59694 |
