JUANDA, DARWINDA KHAERUNNISA (2026) ANALISIS COST RECOVERY RATE SEBAGAI UPAYA COST CONTAIMENT PADA TINDAKAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2025. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K022231018-aygAV6pPTl2Qs5t7-20260716114542.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK DARWINDA KHAERUNNISA JUANDA. Analisis Cost Recovery Rate Sebagai Upaya Cost Containment Pada Tindakan Hemodialisis Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2025 (dibimbing oleh Irwandy dan Fridawaty Rivai). Latar Belakang. Peningkatan kasus gagal ginjal kronis menyebabkan kebutuhan layanan hemodialisis terus meningkat, sementara rumah sakit menghadapi tekanan finansial akibat selisih negatif antara biaya riil dan tarif INA-CBGs. Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, menunjukkan bahwa adanya selisih negatif antara tarif rumah sakit dengan tarif INA-CBGs dengan total sebesar Rp3.597.720.866 sehingga menghasilkan Cost Recovery Rate (CRR) rendah dan memunculkan defisit layanan. Kondisi ini menegaskan perlunya menganalisis satuan biaya yang real cost serta penguatan strategi cost containment untuk menjaga keberlanjutan pelayanan. Tujuan. Menghitung unit cost hemodialisis menggunakan metode Activity Based Costing (ABC), menganalisis Cost Recovery Rate (CRR) dengan membandingkan unit cost, tarif rumah sakit, dan tarif INA-CBGs, serta mengevaluasi implementasi cost containment untuk merumuskan rekomendasi strategi perbaikan. Metode. Desain penelitian menggunakan mixed-methods dengan pendekatan exploratory sequential. Hasil. Menunjukkan bahwa unit cost hemodialisis sebesar Rp1.201.698 (Cimino) dan Rp1.194.214 (CDL), sementara tarif INA-CBGs hanya Rp950.500. Pendapatan tahun 2024 sebesar Rp5,49 miliar belum mampu menutup total biaya Rp6,95 miliar, sehingga menghasilkan CRR rendah yakni 79,55% (Cimino) dan 79,05% (CDL). Upaya cost containment di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin telah dilakukan, namun belum berjalan optimal. Kesimpulan. Pengendalian biaya untuk mengoptimalkan Cost Recovery Rate (CRR) memerlukan pendekatan sistematis dan berkelanjutan yang membangun kemampuan, peluang, dan motivasi staf. Kemampuan diperkuat melalui pelatihan manajemen biaya, Health Technology Assessment (HTA), dan penetapan biaya per unit; peluang melalui tim lintas unit, optimalisasi dasbor KANSA, dan forum evaluasi rutin; serta motivasi melalui insentif berbasis efisiensi. Keberlanjutan bergantung pada regulasi internal yang lebih kuat, tinjauan kinerja vendor, audit biaya berkala, dan penyempurnaan SOP secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hemodialisis; activity based costing; cost recovery rate; INA-CBGs; cost containment; manajemen rumah sakit. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 01:02 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 01:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59680 |
