PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP IMPLEMENTASI PATIENT CENTERED CARE DI RSUD SAYANG RAKYAT PROV. SULAWESI SELATAN


SALSABILA, REA THALIA (2026) PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP IMPLEMENTASI PATIENT CENTERED CARE DI RSUD SAYANG RAKYAT PROV. SULAWESI SELATAN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K022231017-gq76ekIHfa0nPLup-20260716124638.pdf] Text
K022231017-gq76ekIHfa0nPLup-20260716124638.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang Patient-Centered Care (PCC) merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan, preferensi, dan keterlibatan pasien dalam proses perawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Implementasi PCC dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi, terutama budaya organisasi dan kepemimpinan yang berperan dalam menciptakan komunikasi efektif, kerja sama tim, dan keselamatan pasien. Namun, penerapan PCC di rumah sakit masih menghadapi berbagai tantangan. Di RSUD Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, rata-rata kepuasan pasien rawat inap tahun 2022–2024 hanya mencapai 83,12%, masih di bawah standar pelayanan minimal (≥90%), sedangkan hasil survei patient safety culture tahun 2025 menunjukkan nilai positif sebesar 70,0%, lebih rendah dari standar 75%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi PCC belum optimal sehingga diperlukan penelitian untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap implementasi Patient-Centered Care di RSUD Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap implementasi patient centered care di RSUD Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dari 205 responden dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil. Budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi patient centered care dengan nilai signifikansi p<0,05 dan odds ratio sebesar 18,392. Sementara itu, kepemimpinan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap implementasi PCC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang mendukung komunikasi terbuka, kolaborasi, dan orientasi pelayanan kepada pasien berperan penting dalam meningkatkan implementasi PCC di rumah sakit. Kesimpulan. Budaya organisasi merupakan faktor penting yang memengaruhi implementasi patient centered care di rumah sakit. Penguatan budaya organisasi yang mendukung komunikasi efektif, kerja sama tim, dan orientasi pelayanan kepada pasien diperlukan untuk meningkatkan kualitas implementasi PCC. Dukungan kepemimpinan tetap diperlukan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Patient Centered Care, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Rumah Sakit, Pelayanan Kesehatan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:28
Last Modified: 19 Oct 2026 01:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59677

Actions (login required)

View Item
View Item