Hubungan Pengetahuan tentang Anemia dengan Konsumsi Produk Olahan Tepung Terigu Terfortifikasi Zat Besi (Fe) pada Mahasiswi S1 Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Angkatan 2024


AZZAHRA, NUR ANNISA PUTRI (2026) Hubungan Pengetahuan tentang Anemia dengan Konsumsi Produk Olahan Tepung Terigu Terfortifikasi Zat Besi (Fe) pada Mahasiswi S1 Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Angkatan 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K021221040-NVm52WFrA3f0PXs6-20260714124649.pdf] Text
K021221040-NVm52WFrA3f0PXs6-20260714124649.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri dan mahasiswi. Salah satu upaya pencegahan anemia yang dilakukan pemerintah adalah melalui fortifikasi zat besi pada tepung terigu. Tingkat pengetahuan tentang anemia diduga dapat memengaruhi perilaku konsumsi produk olahan tepung terigu terfortifikasi zat besi (Fe), sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan keduanya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin pada April 2026. Sampel penelitian berjumlah 107 mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Angkatan 2024 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang anemia dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia kategori baik, yaitu 104 orang (97,2%), sedangkan kategori cukup sebanyak 3 orang (2,8%). Berdasarkan jumlah konsumsi produk olahan tepung terigu terfortifikasi zat besi, sebagian besar responden berada pada kategori kurang (62,6%), sedangkan kategori cukup sebesar 37,4%. Berdasarkan frekuensi konsumsi, mayoritas responden termasuk kategori sering (94,4%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang anemia dengan jumlah konsumsi produk olahan tepung terigu terfortifikasi zat besi (p=1,000) maupun dengan frekuensi konsumsi produk olahan tepung terigu terfortifikasi zat besi (p=1,000). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang anemia pada mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Angkatan 2024 tergolong baik. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang anemia dengan konsumsi produk olahan tepung terigu terfortifikasi zat besi (Fe). Konsumsi pangan responden kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti preferensi makanan, kebiasaan makan, kondisi ekonomi, dan kemudahan akses pangan. Mahasiswi diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia, tetapi juga menerapkannya melalui pola makan bergizi seimbang dan peningkatan konsumsi pangan sumber zat besi. Penelitian selanjutnya disarankan meneliti faktor lain yang memengaruhi kejadian anemia serta menggunakan pengukuran kadar hemoglobin untuk memperoleh gambaran yang lebih luas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi yang lebih beragam, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang memiliki karakteristik pengetahuan, akses informasi, dan akses pangan yang berbeda dibandingkan lingkungan kampus atau mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara luas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Fortifikasi Pangan, Tepung Terigu, Zat Besi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 16 Oct 2026 07:08
Last Modified: 16 Oct 2026 07:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59630

Actions (login required)

View Item
View Item