PENGARUH VARIASI SUHU PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS PAPAN LAMINASI KAYU SENGON


RAMADANI, DIAN QALBI (2026) PENGARUH VARIASI SUHU PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS PAPAN LAMINASI KAYU SENGON. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M021211020-o5X87gSdB4Osk0be-20260812201556.pdf] Text
M021211020-o5X87gSdB4Osk0be-20260812201556.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kayu sengon merupakan kayu cepat tumbuh yang memiliki kelemahan pada stabilitas dimensi dan sifat higroskopis. Perlakuan panas (heat treatment) merupakan metode modifikasi kayu yang ramah lingkungan untuk memperbaiki sifat-sifat tersebut. Tujuan. Menganalisis pengaruh variasi suhu perlakuan panas terhadap karakteristik sifat fisik dan mekanis papan laminasi kayu sengon serta menentukan suhu optimum. Metode. Penelitian ini menggunakan kayu sengon dengan variasi suhu perlakuan panas yaitu 180°C, 200°C, dan 220°C dengan durasi 120 menit, serta kontrol tanpa perlakuan. Papan laminasi dibuat menggunakan perekat PVAc. Pengujian pada lamina meliputi penyusutan, perubahan warna, dan keterbasahan (wettability). Pengujian pada papan laminasi meliputi kerapatan, kadar air, delaminasi, Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), dan keteguhan rekat. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Tukey. Hasil. Peningkatan suhu perlakuan panas menyebabkan peningkatan nilai penyusutan, perubahan warna yang semakin gelap, dan penurunan keterbasahan (sudut kontak meningkat). Pada papan laminasi, kadar air menurun seiring dengan kenaikan suhu, dari 15,83% (kontrol) menjadi 9,32% (220°C). Nilai MOE dan MOR mengalami peningkatan hingga suhu optimum 200°C (MOR tertinggi sebesar 685,55 kgf/cm²), kemudian menurun pada suhu 220°C akibat degradasi termal komponen kayu. Namun, perlakuan panas menyebabkan penurunan keteguhan rekat dan peningkatan nilai delaminasi yang tidak memenuhi standar JAS 234:2007, dikarenakan penurunan keterbasahan permukaan kayu dan ketahanan termal perekat PVAc yang rendah. Kesimpulan. Suhu perlakuan panas optimum untuk papan laminasi kayu sengon adalah 200°C, yang menghasilkan keseimbangan terbaik antara stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis (MOR) tertinggi tanpa menyebabkan degradasi struktural yang berlebihan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kayu sengon, papan laminasi, perlakuan panas, sifat fisik, sifat mekanis.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 16 Oct 2026 06:56
Last Modified: 16 Oct 2026 06:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59598

Actions (login required)

View Item
View Item