MANGGASA, ANDIKA (2026) KUALITAS BIOPELET DARI TANAMAN JOHAR, BELIMBING WULUH, KELOR, DAN KANGKUNG PAGAR DITINJAU DARI METODE HOT PRESS DAN COLD PRESS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011191275-c9AlPgRab2IqjWBn-20260730104716.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan kebutuhan energi dan keterbatasan energi fosil mendorong pengembangan biopelet berbahan baku biomassa. Biopelet menjadi salah satu alternatif sumber energi terbarukan yang potensial. Tanaman johar, belimbing wuluh, kelor, dan kangkung pagar berpotensi sebagai bahan baku biopelet karena ketersediaannya yang melimpah serta biomassa yang dapat dimanfaatkan. Informasi mengenai kualitas biopelet yang dihasilkan dari bahan tersebut masih terbatas dan kajian yang membandingkan metode hot press dan cold press juga belum banyak dilakukan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu biopelet berbahan dasar batang johar, belimbing wuluh, kelor dan kangkung pagar ditinjau dari metode pengempaan menggunakan hot press dan cold press berdasarkan SNI 8675-2018. Metode. Penelitian menggunakan biomassa batang johar, belimbing wuluh, kelor, kangkung pagar, serta kombinasi keempat tanaman dengan perbandingan 1:1:1:1. Biopelet dibuat menggunakan metode hot press pada suhu 250°C dan cold press pada suhu 25°C dengan perekat tepung tapioka 10%. Karakteristik biopelet yang diuji meliputi kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Data dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan (α = 0,05). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hot press menghasilkan kerapatan ≥ 0,8 g/cm3. Perlakuan hot press dan cold press menghasilkan kadar air ≤ 12%. Jenis tanaman kelor menghasilkan kadar zat terbang terendah pada perlakuan hot press dan cold press yaitu 75,76% dan 75,36%. Perlakuan hot press menghasilkan kadar abu ≤ 5%. Kadar karbon terikat tertinggi dihasilkan oleh tanaman kombinasi hot press yaitu 18,82%. Perlakuan hot press menghasilkan nilai kalor ≥ 16,5 MJ/Kg. Metode pengempaan berpengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air, dan karbon terikat. Jenis bahan baku berpengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar zat terbang, kadar abu, dan karbon terikat. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hot press menghasilkan kualitas biopelet yang lebih baik dibandingkan cold press, ditandai dengan kerapatan, karbon terikat, dan nilai kalor yang lebih tinggi serta kadar air dan kadar zat terbang yang lebih rendah. Jenis tanaman juga memengaruhi karakteristik biopelet yang dihasilkan. Secara keseluruhan, biopelet kombinasi yang menggunakan metode hot press menunjukkan kualitas terbaik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bioenergi, biomassa, biopelet, johar, belimbing, kelor, kangkung pagar |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 06:49 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59597 |
