MAHENDRA, ISHAN (2026) KEANEKARAGAMAN DAN PENEYEBARAN JENIS KELELAWAR DI KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M031211013-jJFusfztZLaN6qkb-20260810141714.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (791kB)
Abstract (Abstrak)
ISHAN MAHENDRA. Keanekaragaman dan Penyebaran Jenis Kelelawar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Dibimbing oleh Risma Illa Maulany) Latar Belakang. Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Makassar menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan yang berdampak pada berkurangnya habitat alami satwa liar, termasuk kelelawar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keberadaan, distribusi, dan aktivitas kelelawar di lingkungan perkotaan. Tujuan. Mengidentifikasi jenis kelelawar, mengetahui persebaran keberadaannya, serta mendeskripsikan karakteristik habitat yang mendukung aktivitas kelelawar di Kota Makassar. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan melalui pemasangan mist net pada beberapa titik pengamatan yang ditentukan berdasarkan hasil kuesioner masyarakat dan analisis spasial keberadaan kelelawar. Pengambilan data dilakukan pada beberapa kecamatan yang dilaporkan memiliki aktivitas kelelawar, kemudian hasil tangkapan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat komposisi jenis, frekuensi kemunculan, dan pola persebaran kelelawar pada setiap lokasi penelitian. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa laporan keberadaan kelelawar ditemukan di Kecamatan Tamalanrea, diikuti Biringkanaya, Tamalate, Rappocini, Panakukang, Tallo, Mamajang, Manggala, dan Bontoala. Habitat yang masih mendukung aktivitas kelelawar umumnya berupa kawasan permukiman yang berdekatan dengan kebun warga, ruang terbuka, serta vegetasi pakan seperti pisang, kersen, mangga, nangka, dan sawo. Sebanyak sembilan jenis kelelawar berhasil diidentifikasi, yaitu Pilonycteris celebensis, Rousettus amplexicaudatus, Eonycteris spelaea, Macroglossus minimus, Cynopterus brachyotis, Cynopterus luzoniensis, Acerodon celebensis, Pteropus alecto, dan Thoopterus nigrescens. Jenis yang paling sering ditemukan dan memiliki persebaran paling luas adalah Pilonycteris celebensis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kelelawar di kawasan perkotaan Kota Makassar masih dipengaruhi oleh ketersediaan vegetasi pakan dan ruang terbuka yang mendukung aktivitasnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam mendukung pengelolaan habitat dan upaya konservasi kelelawar di kawasan perkotaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kelelawar, habitat perkotaan, persebaran, vegetasi pakan, Kota Makassar. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 07:33 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 07:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59595 |
