PENGARUH KOMUNIKASI ASERTIF BREASTFEEDING FATHER TERHADAP DUKUNGAN PSIKOSOSIAL SUAMI DALAM MENURUNKAN RISIKO POSTPARTUM BLUES PADA IBU MENYUSUI DI KAWASAN ADAT DESA TANAH TOWA, KEC. KAJANG, KAB. BULUKUMBA


AMALIAH, A. RIZKY (2026) PENGARUH KOMUNIKASI ASERTIF BREASTFEEDING FATHER TERHADAP DUKUNGAN PSIKOSOSIAL SUAMI DALAM MENURUNKAN RISIKO POSTPARTUM BLUES PADA IBU MENYUSUI DI KAWASAN ADAT DESA TANAH TOWA, KEC. KAJANG, KAB. BULUKUMBA. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K013231012-fullll.pdf] Text
K013231012-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Postpartum blues merupakan gangguan emosional yang umum terjadi pada ibu pascapersalinan dan dipengaruhi oleh rendahnya dukungan psikososial pasangan. Dalam konteks masyarakat adat, keterlibatan suami sebagai breastfeeding father masih dipengaruhi oleh norma budaya dan pola komunikasi keluarga, sehingga diperlukan intervensi yang kontekstual dan berbasis budaya lokal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterlibatan suami, merancang panduan komunikasi asertif, serta menilai pengaruh komunikasi asertif breastfeeding father terhadap aspek dukungan psikososial suami dalam pencegahan postpartum blues pada ibu menyusui di kawasan adat Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan tiga tahap. Tahap eksplorasi dilakukan melalui focus group discussion dan wawancara mendalam. Tahap perancangan berupa pengembangan panduan komunikasi asertif berbasis budaya lokal yang divalidasi oleh ahli dan pengguna. Tahap uji pengaruh menggunakan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group. Hasil. Eksplorasi menunjukkan adanya nilai budaya lokal dan aturan adat 40 hari masa nifas yang menciptakan enforced proximity sebagai peluang interaksi intensif, meskipun keterlibatan suami masih dibatasi norma gender dan hambatan komunikasi. Panduan yang dikembangkan dinyatakan layak oleh ahli dan pengguna. Intervensi meningkatkan aspek dukungan psikososial suami (pengetahuan, sikap, dan komunikasi asertif), dengan peningkatan signifikan pada komunikasi asertif (p = 0,041), sementara pengetahuan dan sikap meningkat namun belum signifikan. Kesimpulan. Komunikasi asertif breastfeeding father berbasis budaya lokal berpotensi memperkuat dukungan psikososial suami sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko postpartum blues.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: komunikasi asertif; breastfeeding father; postpartum blues; dukungan psikososial; budaya Kajang.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:59
Last Modified: 14 Oct 2026 05:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59579

Actions (login required)

View Item
View Item