KELEMBAGAAN PENGELOLA PENGUSAHAAN AIR MINUM DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DI DUSUN AROKKE, DESA CENRANA BARU, KECAMATAN CENRANA, KABUPATEN MAROS


NATSIR, MUHAMMAD RIFALDI (2026) KELEMBAGAAN PENGELOLA PENGUSAHAAN AIR MINUM DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DI DUSUN AROKKE, DESA CENRANA BARU, KECAMATAN CENRANA, KABUPATEN MAROS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221205-rnISC6X1p2KjufU4-20260818103621.pdf] Text
M011221205-rnISC6X1p2KjufU4-20260818103621.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Pengelolaan sumber daya air yang terorganisir dan terstruktur sangat penting untuk menjamin pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. Di Dusun Arokke, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, pengelolaan air minum masih dilakukan secara non-formal oleh beberapa individu tanpa adanya kelembagaan resmi tapi dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sehingga membuat peneliti lebih tertarik untuk dikaji lebih lanjut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kelembagaan pengelolaan air minum, menganalisis kondisi kebutuhan dan ketersediaan air, serta mengidentifikasi hambatan dan rekomendasi penguatan pengelolaan air di Dusun Arokke. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling terhadap informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan air minum. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan pengelolaan air minum di Dusun Arokke bersifat non-formal, tanpa aturan tertulis, pengawasan, maupun sanksi, dan hanya dijalankan oleh dua individu dengan pembagian tugas teknis dan administrasi secara sederhana. Ketersediaan air tergolong baik dengan total penggunaan 51 sambungan rumah mencapai 6.956 m³ per tahun. Hambatan yang ditemukan meliputi aspek teknis berupa kerusakan pipa akibat bencana alam, aspek sosial berupa konflik distribusi air antar dusun pada musim kemarau, serta aspek struktural berupa ketiadaan lembaga formal yang menjadi hambatan paling mendasar. Kesimpulan. Secara umum, pengelolaan air minum di Dusun Arokke mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata meskipun belum didukung oleh kelembagaan formal. Penguatan kelembagaan melalui pembentukan aturan tertulis, mekanisme pengawasan, serta regenerasi pengelola menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan air minum di masa mendatang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kelembagaan, Pengelolaan Air Minum, Dusun Arokke, Struktur Pengelolaan, Kebutuhan Masyarakat.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:54
Last Modified: 14 Oct 2026 05:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59575

Actions (login required)

View Item
View Item