ISHAK, NUNING IRNAWULAN (2026) PENGEMBANGAN ADSORBEN BERBASIS BIOMASSA LOKAL LIMBAH KAYU GALAM (Melaleuca cajuputi var. cumingiana) UNTUK FILTRASI SUMBER AIR PENDUDUK BANTARAN SUNGAI MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013221011-VrjUQmKYLDqRbAxP-20260716141904.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kualitas air permukaan di kawasan lahan basah masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan akibat kontaminasi fisik, kimia, dan mikrobiologis yang dapat menurunkan keamanan air bagi masyarakat. Pengembangan adsorben dan sistem filtrasi berbasis biomassa lokal seperti limbah kayu galam (Melaleuca cajuputi var. cumingiana) menjadi alternatif pengolahan air yang potensial karena sederhana, ekonomis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisikokimia karbon limbah kayu galam, mengevaluasi efisiensi penyisihan logam Fe menggunakan karbon granular, serta menguji efektivitas sistem filtrasi terintegrasi berbasis biochar limbah kayu galam dalam memperbaiki kualitas air permukaan. Metode. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan eksperimen laboratorium. Tahap pertama meliputi karakterisasi karbon granular dan serbuk limbah kayu galam hasil karbonisasi tanpa aktivasi dan aktivasi kimia menggunakan H₃PO₄ dan KOH melalui pengujian kadar air, kadar abu, FTIR, dan SEM-EDS. Tahap kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial tiga arah (3×3×3) untuk menganalisis pengaruh jenis karbon, massa karbon, dan waktu kontak terhadap efisiensi penyisihan Fe dari larutan artifisial 5 ppm. Tahap ketiga menggunakan rancangan Pretest–Posttest Control Group Design untuk menguji sistem filtrasi terintegrasi berbasis pasir silika, kerikil, dan biochar limbah kayu galam pada pengolahan air Sungai Martapura. Hasil. Aktivasi kimia memengaruhi gugus fungsi, struktur pori, dan komposisi unsur permukaan karbon limbah kayu galam. Jenis karbon, massa karbon, dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penyisihan Fe (p<0,001), dengan biochar tanpa aktivasi (GAC0) menunjukkan performa terbaik dan efisiensi maksimum sebesar 69,80%. Pada sistem filtrasi terintegrasi, penggunaan GAC0 70 gram memberikan efektivitas tertinggi dalam menurunkan kekeruhan, Fe, dan Mn, serta meningkatkan pH secara signifikan. Kesimpulan. Limbah kayu galam berpotensi dikembangkan sebagai adsorben berbasis biomassa lokal untuk pengolahan air tercemar. Biochar tanpa aktivasi (GAC0) menunjukkan performa paling efektif dan berpotensi diterapkan sebagai unit pre-treatment dalam sistem pengolahan air berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | limbah kayu galam, biochar, karbon granular, adsorpsi Fe, filtrasi air, biomassa lokal |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 05:52 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 05:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59573 |
