KERAGAMAN JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA KAWASAN TAMBANG NICKEL PT. VALE INDONESIA TBK SOROWAKO.


RAMADHAN, GILANG (2026) KERAGAMAN JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA KAWASAN TAMBANG NICKEL PT. VALE INDONESIA TBK SOROWAKO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M021211009-ui0SdGUvRMYk4CTe-20260818142849.pdf] Text
M021211009-ui0SdGUvRMYk4CTe-20260818142849.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kegiatan penambangan nikel dengan metode open pit mining menyebabkan perubahan fisik lahan yang signifikan serta menurunkan sifat kimia dan biologi tanah pascatambang, sehingga menghambat keberhasilan program revegetasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman dan populasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) lokal, serta mengevaluasi tingkat kolonisasi FMA pada akar tanaman di berbagai tipe areal lahan pascatambang nikel Sorowako. Metode. Pengambilan sampel dilakukan di empat areal berbeda (Pinnacle, RV 1999/Pongsesa, RV 2020/Konde, dan Hutan Alam Otuno) menggunakan metode pembuatan plot, yang dilanjutkan dengan prosedur kerja meliputi ekstraksi spora melalui teknik penyaringan basah dan sentrifugasi, penghitungan populasi, identifikasi morfologi spora, pengamatan infeksi akar dengan metode pewarnaan (staining), serta analisis kimia tanah. Hasil. Kualitas tanah di lokasi penelitian tergolong rendah dengan pH masam hingga agak masam. Jenis spora yang berhasil diidentifikasi yaitu lima jenis spora, diantaranya Glomus sp1, Glomus sp2, Gigaspora sp1, Gigaspora sp2, dan Acaulospora sp, dengan Glomus sp1 sebagai jenis paling dominan yang memiliki kelimpahan relatif sebesar 50,51% dan frekuensi relatif 26,67%. Kepadatan spora rata-rata tertinggi ditemukan pada plot kontrol Hutan Alam Otuno (21,66 spora/50 g tanah), sedangkan pada area Pinnacle yang belum direvegetasi tidak ditemukan adanya spora sama sekali. Sementara itu, rata-rata kolonisasi akar tanaman oleh FMA berada pada kategori sedang (17,01%), dengan persentase infeksi tertinggi tercatat pada tanaman Manggis Dukis (Garcinia mangostana L.) di areal Otuno sebesar 79,16%. Kesimpulan. kawasan tambang nikel di PT Vale Indonesia Tbk Sorowako memiliki kualitas biologi tanah yang rendah sehingga populasi dan keanekaragaman FMA lokal menjadi terbatas, hal ini mengindikasikan perlunya pemanfaatan inokulum FMA untuk mendukung percepatan perbaikan pertumbuhan tanaman dan produktivitas lahan rehabilitasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), Keragaman Spora, Lahan Pascatambang Nikel, Revegetasi, Sorowako.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:36
Last Modified: 14 Oct 2026 05:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59556

Actions (login required)

View Item
View Item