Optimasi Setting Overcurrent Relay pada Sistem IEEE 30-Bus dengan Metode Algoritma Genetika


UMAR, MUHAMMAD HAERUL (2026) Optimasi Setting Overcurrent Relay pada Sistem IEEE 30-Bus dengan Metode Algoritma Genetika. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D041221079-rj4DoX7LEckWzagu-20260715092137.pdf] Text
D041221079-rj4DoX7LEckWzagu-20260715092137.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Sistem transmisi tenaga listrik modern kini mengusun topologi jaring (mesh) memiliki tingkat kompleksitas aliran daya dan arus gangguan yang tinggi. Menjaga selektivitas pengamanan pada topologi ini menjadi tantangan besar, khususnya ketika saluran imterkoneksi diproteksi oleh instrumen Overcurrent Relay. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi parameter pengaturan proteksi Overcurrent Relay, yaitu Time Multiplier Setting (TMS) dan Arus Pickup (Ip) dengan algoritma genetika pada sistem transmisi IEEE-30 Bus untuk meminimalkan waktu operasi relay primer dengan memenuhi batas koordinasi CTI. Metode. Penelitian dilakukan melalui simulasi sistem menggunakan ETAP dan MATLAB. ETAP digunakan untuk pemodelan sistem, simulasi aliran daya, studi hubung singkat dan analisis kurva TCC. MATLAB akan menjalankan komputasi Algoritma Genetika. Penelitian dibagi ke dalam tiga skenario, yaitu topologi radial, kondisi topologi mesh dan kondisi topologi mesh dengan pruning. Kinerja algoritma juga dievaluasi melalui robustness test untuk menilai konsistensi hasil optimasi. Hasil. Pada Skenario 1 menunjukkan algoritma lebih unggul dengan waktu operasi primer pada 0,417 detik pada topologi radial. Selanjutnya, Skenario 2 menunjukkan bahwa topologi mesh penuh menghasilkan penalti yang sangat tinggi. Pada skenario 3, total waktu operasi primer berhasil ditekan menjadi 16,724 detik dengan pemenuhan CTI pada pasangan koordinasi yang dipertahankan. Analisis TCC menunjukkan bahwa potensi sympathetic tripping masih dapat terjadi karena relay pada saluran sehat dapat merasakan kontribusi arus gangguan. Kesimpulan. Arus beban puncak dan arus gangguan hubung singkat digunakan sebagai parameter setting relay. Selanjutnya, Algoritma Genetika mampu digunakan untuk mengoptimasi setting parameter relay dengan mempertimbangkan batasan koordinasi proteksi. Penerapan pruning mampu mengurangi konflik koordinasi akibat sirkularitas pasangan koordinasi pada jaringan mesh. Namun, hasil optimasi tetap dibatasi oleh karakteristik fisik dan teknis OCR. Evaluasi kurva TCC tetap diperlukan untuk menilai selektivitas proteksi dan potensi sympathetic tripping setelah proses optimasi dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Algoritma Genetika; Coordination Time Interval; Overcurrent Relay; Sistem IEEE 30-Bus; Topologi Mesh.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:28
Last Modified: 14 Oct 2026 05:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59549

Actions (login required)

View Item
View Item