SULISTIAWATI, HUSNA (2026) OPTIMASI KONSENTRASI NAA DAN IBA PADA MEDIA WPM TERHADAP INDUKSI PERAKARAN Aquilaria Malaccensis SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021221056-NqmTHvJUp6oMjnwz-20260807181846.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (961kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Aquilaria malaccensis merupakan salah satu jenis tanaman penghasil gaharu bernilai ekonomi tinggi yang populasinya terus mengalami penurunan akibat tingginya eksploitasi dan rendahnya keberhasilan perbanyakan secara konvensional. Kultur jaringan menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit secara cepat, seragam, dan dalam jumlah besar. Keberhasilan mikropropagasi sangat ditentukan oleh tahap induksi perakaran, sehingga diperlukan kombinasi zat pengatur tumbuh yang tepat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan IBA (Indole-3-Butyric Acid) yang optimal pada media WPM (Woody Plant Medium) untuk meningkatkan induksi perakaran A. malaccensis secara in vitro. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 di Laboratorium Kultur Jaringan SEAMEO BIOTROP, Bogor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 105 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas kombinasi media WPM dengan NAA (5, 10, dan 15 ppm) serta IBA (1 dan 2 ppm). Parameter yang diamati meliputi waktu muncul akar, persentase hidup eksplan, panjang akar, dan jumlah akar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan pairwise comparisons. Hasil. Kombinasi NAA dan IBA memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter perakaran (p < 0,001). Perlakuan terbaik diperoleh pada media WPM yang diperkaya NAA 5 ppm dan IBA 1 ppm (HG1), yang menghasilkan waktu muncul akar tercepat, yaitu 28 hari setelah tanam, panjang akar tertinggi sebesar 7,53 cm, serta jumlah akar terbanyak, yaitu 9,93 akar. Sementara itu, persentase hidup eksplan tertinggi sebesar 100% diperoleh pada perlakuan WPM + NAA 15 ppm + IBA 2 ppm (HG6). Kesimpulan. Kombinasi NAA 5 ppm dan IBA 1 ppm pada media WPM merupakan perlakuan paling efektif untuk menginduksi perakaran A. malaccensis secara in vitro.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aquilaria malaccensis, WPM, IBA, NAA, perakaran, kultur jaringan. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 03:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59542 |
