RAMADHAN, MUH. GILANG (2026) HUBUNGAN KERAPATAN BANGUNAN DAN VEGETASI TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN SEBAGAI INDIKATOR SURFACE URBAN HEAT ISLAND (SUHI) MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KAWASAN PERKOTAAN BENTENG, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D101221024-qQpAHoFnvet5aYU1-20260715154218.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Perkembangan Kawasan Perkotaan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, sebagai pusat kegiatan pemerintahan, sosial-ekonomi, dan pelayanan regional mendorong peningkatan kawasan terbangun yang berpotensi menurunkan tutupan vegetasi serta meningkatkan suhu permukaan lahan. Kondisi tersebut dapat memicu fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI), yaitu peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan dibandingkan wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerapatan bangunan, kerapatan vegetasi, dan suhu permukaan lahan pada tahun 2015, 2020, dan 2025, serta mengkaji hubungan ketiganya sebagai indikator SUHI di Kawasan Perkotaan Benteng. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial berbasis penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Data citra Landsat 8 diolah untuk memperoleh nilai Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan Land Surface Temperature (LST). Analisis hubungan dilakukan melalui regresi linear sederhana menggunakan scatter plot, sedangkan penentuan zona prioritas penanganan SUHI dilakukan melalui metode overlay spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2015–2025 terjadi peningkatan kerapatan bangunan dan penurunan tutupan vegetasi, terutama pada wilayah inti perkotaan. Suhu permukaan lahan juga menunjukkan kecenderungan meningkat, dengan kondisi termal tertinggi pada tahun 2025. Kerapatan bangunan memiliki hubungan positif terhadap suhu permukaan lahan dengan nilai R² sebesar 0,4792, sedangkan kerapatan vegetasi memiliki hubungan negatif dengan nilai R² sebesar 0,3531. Zona prioritas tinggi penanganan SUHI mencakup 160,15 ha atau 21% dari wilayah penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kerapatan bangunan menjadi faktor dominan dalam peningkatan suhu permukaan, sementara vegetasi berperan penting dalam pengendalian suhu perkotaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 03:08 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 03:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59539 |
