RESPON PERTUMBUHAN SEMAI EBONI (Diospyros celebica Bakh.) TERHADAP INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (ASAL KABUPATEN MAROS) DENGAN TINGKAT NAUNGAN BERBEDA PADA MEDIA SUBSOIL


HUSNA, NURUL FASYATUL (2026) RESPON PERTUMBUHAN SEMAI EBONI (Diospyros celebica Bakh.) TERHADAP INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (ASAL KABUPATEN MAROS) DENGAN TINGKAT NAUNGAN BERBEDA PADA MEDIA SUBSOIL. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221145-TJQsoKwSC58rX1D6-20260818154321.pdf] Text
M011221145-TJQsoKwSC58rX1D6-20260818154321.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan spesies endemik Sulawesi yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, namun, terancam punah akibat eksploitasi berlebihan dan sifat pertumbuhannya yang lambat (slow growing species). Ketersediaan hara dan naungan menjadi faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan pembibitan eboni, sementara fungsi fungi mikoriza arbuskular (FMA) berpotensi memperbaiki penyerapan hara pada media tanam yang miskin unsur hara seperti subsoil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit D.celebica Bakh. Terhadap pemberian FMA, tingkat naungan, serta interaksi antara keduanya pada media subsoil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 hingga Juni 2026 di Persemaian Kampung Rimba, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin, menggunakan rancangan petak terbagi pola faktorial dengan dua faktor, yaitu inokulasi FMA (tanpa FMA, FMA indigenous asal Kab. Maros, Mycovir) dan tingkat naungan (25%, 55%, 75%, 90%), menghasilkan 12 unit perlakuan dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, kandungan klorofil, nilai kekokohan bibit (NKB), biomassa total, nisbah pucuk akar (NPA), dan Indeks kualitas bibit (IKB). FMA berpengaruh sangat nyata terhadap NKB, biomassa total, IKB, dengan perlakuan tanpa FMA (M0) secara konsisten menghasilkan nilai tertinggi, sementara FMA indigenous asal Maros dan Mycovir tidak menunjukkan keunggulan yang konsisten satu sama lain. Naungan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan NKB, dengan naungan 75% (N3) menghasilkan pertumbuhan tinggi terbaik (1,36 cm) dan NKB tertinggi (4,58). Interaksi FMA dan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap NKB dan nyata terhadap IKB dengan kombinasi M0N3 (tanpa FMA dengan naungan 75%) memberikan keseimbangan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik. FMA belum efektif meningkatkan kualitas bibit eboni pada media subsoil dalam periode 20 minggu, sementara naungan 75% merupakan kondisi paling optimal bagi pertumbuhan bibit eboni, dan pada kombinasi perlakuan M1N1, M1N3, M2N2, M1N4, dan M1N2 menghasilkan NKB dalam kisaran optimal, sedangkan kombinasi M0N1 (tanpa FMA dengan naungan 25%) menghasilkan IKB tertinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diospyros celebica; FMA; mikoriza indigenous; Naungan; subsoil; kualitas bibit
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 03:01
Last Modified: 14 Oct 2026 03:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59538

Actions (login required)

View Item
View Item