ARAHAN REHABILITASI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN JENIS TANAMAN BIOFUEL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS


BURHANUDDIN, A. JIHAN NAFIAH CANTIKA (2026) ARAHAN REHABILITASI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN JENIS TANAMAN BIOFUEL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221067-msxGhUK4X1VSqol6-20260810221100.pdf] Text
M011221067-msxGhUK4X1VSqol6-20260810221100.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Tingginya kertergantungan pada bahan bakar fosil memicu perlunya diversifikasi energi baru terbarukan berbasis potensi lokal, sekaligus mengatasi meluasnya lahan kritis akibat degradasi lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Maros. Pemanfaatan lahan kritis untuk tanaman biofuel seperti kesambi (Schleichera oleosa Lour.) dan ketapang (Terminalia catappa Linn.) menjadi langkah strategis karena tidak bersaing dengan komoditas pangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lahan kritis berdasarkan tingkat kelas erosi, menganalisis kesesuaian lahan tanaman ketapang dan kesambi, serta menyususn matriks arahan pengembangan biofuel sebagai strategi rehabilitasi lahan di DAS Maros. Prediksi erosi dimodelkan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan melalui metode matching antara karakteristik biofisisk wilayah dengan prasyarat tumbuh tanaman. Penentuan lokasi prioritas Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) diperoleh melalui analisis overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang mengintegrasikan peta prediksi erosi, kesesuaian lahan, dan peta pola ruang Kab. Maros, Kab. Gowa, dan Kab. Bone. Kondisi lahan di DAS Maros didominasi oleh kelas erosi sangat berat seluas 25.247,75 ha (34.53%), dengan total akumulasi lahan kritis (kelas erosi berat dan sangat berat) mencapai 34.813,54 ha (47.62%). Evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan kategori sesuai untuk kedua jenis tanaman (ketapang dan kesambi) mencakup 25.796,09 ha (35.28%), sesuai kesambi saja seluas 1.648,08 ha (2.25%), sesuai ketapang saja seluas 139,46 ha (0.19%), serta tidak sesuai keduanya seluas 45.536,04 (62.28%). Secara keseluruhan, tanaman kesambi memiliki total area potensial seluas 27.444,17 ha (37.53%) dengan faktor pembatas utama tekstur tanah pada lereng datar, sedangkan tanaman ketapang sesuai seluas 25.935,55 ha (35.45%) dengan faktor pembatas utama elevasi dan kemiringan lereng. Integrasi spasial menghasilkan total area prioritas arahan pengembangan tanaman biofuel seluas 12.237,41 ha. Arahan tersebut terbagi atas reboisasi pengayaan berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pola riparian buffer planting di sempadan sungai, serta skema watani (Agroforestri) pada lahan budidaya masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: USLE, Lahan Kitis, Kesesuaian Lahan, Biofuel, DAS Maros.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 06:11
Last Modified: 14 Oct 2026 06:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59507

Actions (login required)

View Item
View Item