KARAKTERISTIK FISIS DAN PEMBAKARAN BIOPELET DARI LIGNOSELULOSA PADA BERBAGAI PARAMETER PENCETAKAN


ANDHIRA, AYU (2026) KARAKTERISTIK FISIS DAN PEMBAKARAN BIOPELET DARI LIGNOSELULOSA PADA BERBAGAI PARAMETER PENCETAKAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M021221074-ectDqrS5hfJliQ9H-20260727120434.pdf] Text
M021221074-ectDqrS5hfJliQ9H-20260727120434.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AYU ANDHIRA. Karakteristik Fisis dan Pembakaran Biopelet dari Lignoselulosa pada Berbagai Parameter Pencetakan (dibimbing oleh Dr. Kidung Tirtayasa Putra Pangestu, S.Hut., M.Si.) Latar belakang: Kebutuhan energi berbasis bahan bakar fosil yang terus meningkat menimbulkan permasalahan lingkungan dan ancaman krisis energi sehingga diperlukan sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, salah satunya biopelet berbahan biomassa lignoselulosa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisis dan pembakaran biopelet dari campuran Gamal (Gliricidia sepium), Lamtoro (Leucaena leucocephala), dan kulit kopi pada berbagai parameter pencetakan. Metode: Penelitian menggunakan enam variasi komposisi biomassa, yaitu 1:1:2, 1:2:1, 2:1:1, 0:1:1, 1:0:1, dan 1:1:0 dengan perlakuan suhu pencetakan 180°C dan 225°C serta durasi pencetakan 3 menit dan 5 menit. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kerapatan, daya serap air, pengembangan dimensi, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air biopelet berkisar 4,24–7,51% dan memenuhi standar SNI 8021:2014, dengan kerapatan 0,90–1,12 g/cm³ dan nilai kalor 4.253–4.977 kkal/kg. Peningkatan suhu pencetakan menjadi 225°C menghasilkan biopelet dengan kadar air lebih rendah, struktur lebih padat, daya serap air dan pengembangan dimensi lebih kecil, serta nilai kalor lebih tinggi dibandingkan suhu 180°C. Biopelet dengan kandungan kulit kopi lebih tinggi cenderung memiliki nilai kalor lebih tinggi dan kestabilan dimensi lebih baik. Selain itu, hasil permukaan biopelet menunjukan bahwa pada suhu 225°C terbentuk struktur yang lebih halus, padat, dan homogen dibandingkan suhu 180°C yang masih menunjukan pori-pori lebih terbuka. Kesimpulan: Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 225°C selama 3 menit karena menghasilkan biopelet dengan kualitas fisik dan karakteristik pembakaran yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Keyword :biopelet, biomassa lignoselulosa, gamal, lamtoro, kulit kopi, energi terbarukan.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:11
Last Modified: 19 Oct 2026 02:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59503

Actions (login required)

View Item
View Item