ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI PADA PENYULANG CAMBA 20 KV SEBELUM DAN SETELAH INTEGRASI PLTM MALLAWA 5 MW


SOMBOLAYUK, ANTHONY GAMAR PRASETYO (2026) ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI PADA PENYULANG CAMBA 20 KV SEBELUM DAN SETELAH INTEGRASI PLTM MALLAWA 5 MW. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D041221020-3wjuBGJVIsi0eYm1-20260715150455.pdf] Text
D041221020-3wjuBGJVIsi0eYm1-20260715150455.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Integrasi PLTM Mallawa 5 MW pada Penyulang Camba 20 kV menyebabkan perubahan karakteristik arus gangguan karena sistem menerima kontribusi arus dari sisi GI dan sisi PLTM. Perubahan ini dapat memengaruhi koordinasi sistem proteksi, khususnya relai OCR, GFR, dan recloser. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja sistem proteksi existing sebelum integrasi PLTM Mallawa, menganalisis perubahan arus gangguan setelah integrasi PLTM, serta menentukan penyetelan terbaru yang sesuai untuk meningkatkan koordinasi proteksi. Metode. Penelitian dilakukan melalui perhitungan arus hubung singkat dan simulasi koordinasi proteksi menggunakan ETAP. Simulasi dilakukan pada kondisi sebelum integrasi, setelah integrasi dengan penyetelan existing, dan setelah integrasi dengan penyetelan terbaru. Jenis gangguan yang dianalisis meliputi gangguan tiga fasa dan satu fasa ke tanah pada Bus 3, Bus 5, dan Bus 7. Hasil. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi existing, koordinasi proteksi belum sepenuhnya selektif karena beberapa relai cadangan tidak mendeteksi gangguan dan terdapat relai hulu yang bekerja lebih dahulu. Setelah dilakukan penyetelan terbaru, koordinasi OCR pada gangguan tiga fasa di Bus 5 menghasilkan selang waktu kerja sebesar 219,7 ms dan 210 ms, sedangkan pada Bus 7 relai Sambueja dan relai GI memiliki selang waktu kerja sebesar 230,4 ms. Pada koordinasi GFR, gangguan satu fasa ke tanah di Bus 5 menghasilkan selang waktu kerja sebesar 223 ms dan 233 ms. Nilai tersebut telah memenuhi acuan time grading Buff Book IEEE 242-2001 sebesar 0,20 detik dan masih berada dalam batas toleransi 250 ms. Namun, pada gangguan Bus 3 dan gangguan satu fasa ke tanah di Bus 7, beberapa selang waktu koordinasi masih lebih rapat akibat karakteristik inverse time dan kontribusi arus gangguan dari sisi PLTM. Kesimpulan. Integrasi PLTM Mallawa 5 MW memengaruhi arus gangguan dan koordinasi proteksi pada Penyulang Camba 20 kV. Penyetelan terbaru mampu memperbaiki koordinasi proteksi dari aspek selektivitas, sensitivitas, kecepatan kerja, dan keandalan pada titik gangguan utama yang dianalisis, meskipun pada beberapa titik gangguan tertentu masih diperlukan evaluasi lanjutan karena selang waktu koordinasi dapat berubah akibat karakteristik inverse time dan perbedaan besar arus gangguan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:05
Last Modified: 19 Oct 2026 01:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59493

Actions (login required)

View Item
View Item