MUAMMAR, ALIF (2026) KEANEKARAGAMAN CENDAWAN TANAH DAN PERANANNYA PADA TEGAKAN JATI (Tectona grandis) DAN PINUS (Pinus mercusii). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221204-XcZtYJWoS79Kpu2e-20260819160037.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (657kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Hutan merupakan ekosistem yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, salah satunya melalui keberadaan cendawan tanah yang berfungsi sebagai dekomposer, pendaur ulang unsur hara, agen hayati, dan pendukung kesuburan tanah. Perbedaan karakteristik tegakan, terutama pada tegakan jati (Tectona grandis) dan pinus (Pinus merkusii), memengaruhi kualitas serasah, ph, kelembapan, dan kandungan bahan organik tanah sehingga berpotensi membentuk komunitas cendawan yang berbeda. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cendawan tanah, menganalisis indeks keanekaragaman cendawan tanah, serta mengetahui pengaruh tegakan jati dan pinus terhadap keberadaan cendawan tanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba dan KHDTK Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Desa Limapocoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Metode. Penelitian meliputi pengambilan sampel tanah pada kedalaman 5 cm dan 20 cm, isolasi menggunakan metode spread plate pada media Potato Dextrose Agar (PDA), identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, serta analisis indeks kekayaan jenis (Margalef), indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener), dan indeks kemerataan. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa pada tegakan jati ditemukan lima genus cendawan, yaitu aspergillus, penicillium, trichoderma, mucor , dan trichophyton , sedangkan pada tegakan pinus ditemukan empat genus, yaitu aspergillus, penicillium, trichoderma, dan mucor. Nilai indeks kekayaan jenis (R) pada tegakan jati sebesar 1,4 dan pinus sebesar 1,1 yang termasuk kategori rendah. Indeks keanekaragaman (H') pada tegakan jati sebesar 1,5 dan pinus sebesar 1,2 termasuk kategori sedang, sedangkan indeks kemerataan (E) masing-masing sebesar 1,0 dan 0,8 termasuk kategori tinggi. Kesimpulan. Cendawan yang ditemukan berperan sebagai dekomposer bahan organik, pendaur ulang unsur hara, agen hayati, serta berpotensi sebagai patogen. Disimpulkan bahwa tegakan jati memiliki keanekaragaman cendawan tanah yang lebih tinggi dibandingkan tegakan pinus, diduga karena serasah jati lebih mudah terdekomposisi sehingga menyediakan kondisi yang lebih mendukung bagi pertumbuhan cendawan tanah. Keberadaan cendawan tersebut berkontribusi dalam menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem hutan. Kata kunci: keanekaragaman cendawan tanah, Tectona grandis, Pinus merkusii, indeks Shannon-Wiener, dekomposer.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: keanekaragaman cendawan tanah, Tectona grandis, Pinus merkusii, indeks Shannon-Wiener, dekomposer. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 03:24 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 03:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59488 |
