SUNDARIANI, ANDI (2026) ANALISIS VEGETASI HUTAN RAKYAT PADA KELERENGAN DATAR (0-8%) DI KELURAHAN BENJALA, KECAMATAN BONTO BAHARI, KABUPATEN BULUKUMBA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M031221042-dIFjmnaCf9lVsKhA-20260814194638.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Andi Sundariani. Analisis Vegetasi Hutan Rakyat pada Kelerengan Datar (0-8%) di Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. (dibimbing oleh Amran Achmad). Latar belakang. Hutan rakyat merupakan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi sehingga informasi mengenai struktur dan komposisi vegetasi sangat diperlukan sebagai dasar pengelolaan yang berkelanjutan. Analisis vegetasi dapat memberikan gambaran mengenai kondisi komunitas tumbuhan melalui komposisi jenis, dominansi, keanekaragaman, struktur tegakan, dan penutupan tajuk. Penelitian mengenai vegetasi hutan rakyat pada kelerengan datar di Kelurahan Benjala masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk menggambarkan karakteristik vegetasi pada kawasan tersebut. Tujuan. Mengetahui sebaran dan komposisi jenis vegetasi penyusun hutan rakyat pada kelerengan datar (0–8%), menganalisis Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman jenis (H'), indeks kekayaan jenis (R1), indeks kemerataan jenis (E), serta menggambarkan struktur tegakan dan penutupan tajuk hutan. Metode. Penelitian dilaksanakan pada hutan rakyat di Kelurahan Benjala, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba menggunakan metode purposive sampling pada lokasi dengan kelerengan 0–8%. Pengambilan data dilakukan dengan analisis vegetasi pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Data dianalisis menggunakan parameter kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), indeks kekayaan jenis Margalef (R1), indeks kemerataan Pielou (E), struktur tegakan, dan penutupan tajuk. Hasil. Ditemukan sebanyak 13 jenis yang termasuk dalam beberapa famili dengan total 60 individu. Jenis Vitex copassus merupakan jenis dengan jumlah individu dan nilai INP tertinggi pada tingkat pohon. Nilai indeks keanekaragaman (H') menunjukkan kategori sedang, indeks kekayaan jenis (R1) termasuk kategori rendah, dan indeks kemerataan jenis (E) termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan penyebaran individu antarjenis relatif merata. Struktur vegetasi memperlihatkan regenerasi yang masih berlangsung dengan jumlah jenis terbanyak pada tingkat semai, sedangkan tingkat pohon memiliki jumlah individu terbanyak. Penutupan tajuk bervariasi dari kategori rendah (25%) hingga sedang (25-50 %) yang mengindikasikan bahwa kerapatan kanopi pohon di lokasi tersebut masih cukup terbuka, sehingga intensitas cahaya matahari masih dapat menembus lantai hutan secara leluasa. Kesimpulan. Vegetasi hutan rakyat pada kelerengan datar (0–8%) di Kelurahan Benjala memiliki keanekaragaman jenis sedang dengan Vitex copassus sebagai jenis yang paling dominan pada tingkat pohon. Komunitas vegetasi menunjukkan penyebaran individu yang relatif merata, regenerasi yang masih berlangsung, serta struktur tegakan dan penutupan tajuk yang mencerminkan kondisi ekosistem hutan rakyat yang cukup baik untuk mendukung keberlanjutan fungsi ekologis dan pengelolaan hutan rakyat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | analisis vegetasi; hutan rakyat; Indeks Nilai Penting; keanekaragaman jenis; kelerengan datar. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 05:49 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 05:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59479 |
