Analisis Sedimen dan Aliran Permukaan Menggunakan Model SWAT+ Berbasis SIG di DAS Onto, Kabupaten Bantaeng


MUSSYAHRI, AMIDIN ALLMIM (2026) Analisis Sedimen dan Aliran Permukaan Menggunakan Model SWAT+ Berbasis SIG di DAS Onto, Kabupaten Bantaeng. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221094-W2HfyRkgmF1dSsjI-20260819221548.pdf] Text
M011221094-W2HfyRkgmF1dSsjI-20260819221548.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Daerah Aliran Sungai (DAS) Onto di Kabupaten Bantaeng memiliki luas 988,54 ha dengan tutupan lahan didominasi pertanian lahan kering campur (52,61%) dan beriklim basah. Kerusakan ekosistem DAS akibat tekanan perubahan penggunaan lahan dan intensitas curah hujan tinggi memicu peningkatan aliran permukaan serta laju sedimentasi yang berpotensi menimbulkan bencana banjir dan pendangkalan sungai. Penelitian ini bertujuan menganalisis total laju sedimen dan aliran permukaan serta memetakan distribusi spasialnya antar-Sub-DAS di DAS Onto, Kabupaten Bantaeng, menggunakan pemodelan Soil and Water Assessment Tool (SWAT+) berbasis SIG. Data masukan model meliputi DEMNAS, tutupan lahan hasil klasifikasi citra Sentinel-2A tahun 2025, peta jenis tanah RePPProT 1987, data iklim harian NASA POWER periode 2016–2025, serta parameter fisik-kimia tanah dari sampel lapangan. Berdasarkan analisis tumpang-susun spasial, wilayah DAS Onto terbagi ke dalam 42 Sub-DAS dan 1.093 Hydrological Response Unit (HRU) dengan nilai ketelitian Kappa tutupan lahan sebesar 96,45%. Hasil pemetaan spasial menunjukkan laju sedimen terdistribusi antara 0,008 hingga 37,578 ton/ha/tahun dengan akumulasi total mencapai 390,31 ton/ha/tahun. Sebanyak 27 Sub-DAS (64,29%) tergolong dalam kelas Sangat Rendah dan Rendah, sedangkan 9 Sub-DAS teridentifikasi sebagai area kritis tingkat Tinggi hingga Sangat Tinggi dengan laju tertinggi berada pada Sub-DAS 8 (37,578 ton/ha/tahun). Sementara itu, berdasarkan analisis Koefisien Aliran Tahunan (KAT), mayoritas Sub-DAS di DAS Onto didominasi oleh kategori KAT Tinggi hingga Sangat Tinggi (nilai KAT mencapai 0,62 pada Sub-DAS 38, 40, dan 42), yang mengindikasikan rendahnya daya serap air dan tingginya potensi limpasan permukaan di sebagian besar wilayah Sub-DAS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Aliran Permukaan, DAS Onto, Laju Sedimen, SIG, SWAT+.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:07
Last Modified: 13 Oct 2026 03:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59473

Actions (login required)

View Item
View Item