NURHAZIZA, . (2026) PERBANDINGAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN PERTANIAN BAWANG MERAH DAN AGROFORESTRY DI DESA ROSOAN, KECAMATAN ENREKANG, KABUPATEN ENREKANG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221028-TbNzuVgr13p7Y6wQ-20260819003722.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Perbedaan sistem penggunaan lahan dapat memengaruhi karakteristik sifat fisik dan kimia tanah yang berperan penting dalam mendukung produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisik dan kimia tanah pada lahan pertanian bawang merah dan lahan agroforestry di Desa Rosoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada enam plot, masing-masing tiga plot pada lahan pertanian bawang merah dan tiga plot pada lahan agroforestry, dengan dua kedalaman tanah, yaitu 0–30 cm dan 30–60 cm, sehingga diperoleh 12 sampel tanah komposit. Parameter yang dianalisis meliputi sifat fisik tanah berupa struktur, tekstur, warna, porositas, dan permeabilitas, serta sifat kimia tanah berupa pH, C-organik, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan kapasitas tukar kation (KTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan agroforestry memiliki kondisi sifat fisik tanah yang lebih baik dibandingkan lahan pertanian bawang merah, ditunjukkan oleh struktur tanah yang lebih berkembang, warna tanah lebih gelap, porositas yang lebih tinggi, serta permeabilitas yang lebih cepat. Tekstur tanah pada lahan pertanian didominasi kelas pasir berlempung (loamy sand), sedangkan pada lahan agroforestry didominasi lempung berpasir (sandy loam). Pada sifat kimia tanah, lahan agroforestry memiliki kandungan C-organik yang lebih tinggi, sedangkan lahan pertanian bawang merah memiliki nilai pH, nitrogen, fosfor, dan kalium yang relatif lebih tinggi. Perbedaan sifat tanah pada kedua penggunaan lahan dipengaruhi oleh sistem pengelolaan lahan, intensitas pengolahan tanah, pemberian pupuk, serta masukan bahan organik dari vegetasi. Sistem agroforestry berpotensi lebih baik dalam mempertahankan kualitas tanah secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: agroforestry, lahan pertanian bawang merah, sifat fisik tanah, sifat kimia tanah, kualitas tanah. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 03:35 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 03:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59463 |
