PEMETAAN KEBERADAAN LARVA AEDES SP. BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN (PARAMETER FISIK DAN KIMIA AIR) DI KAWASAN KUMUH MACCINI SOMBALA KOTA MAKASSAR


RAMADHANI, ANNISA RAFA (2026) PEMETAAN KEBERADAAN LARVA AEDES SP. BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN (PARAMETER FISIK DAN KIMIA AIR) DI KAWASAN KUMUH MACCINI SOMBALA KOTA MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011221188-MPJURImbnXy7QiZS-20260716142407.pdf] Text
K011221188-MPJURImbnXy7QiZS-20260716142407.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman kesehatan global dengan manifestasi klinis sekunder yang dapat mengancam jiwa. Pada tahun 2025, Kota Makassar menempati urutan teratas kasus DBD di Sulawesi Selatan, dimana Kelurahan Maccini Sombala menjadi zona rawan akibat kepadatan penduduk, buruknya drainase, serta capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) yang fluktuatif jauh di bawah target nasional (<95%). Karakteristik kawasan kumuh ini memicu terbentuknya mikrohabitat air penampungan yang mendukung adaptasi, kelangsungan hidup, dan kolonisasi nyamuk vektor secara masif. Tujuan. Memetakan keberadaan larva Aedes sp. berdasarkan faktor lingkungan (parameter fisik dan kimia air) di kawasan kumuh Maccini Sombala Kota Makassar. Metode. Penelitian deskriptif observasional cross-sectional dengan pendekatan ekologi spasial pada 256 rumah di RW 03 menggunakan alat 5 in 1 Multifunction Water Quality Tester, aplikasi Coordinates, dan Quantum GIS. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil. Sebanyak 36,3% rumah positif larva Aedes sp. dan 63,7% negatif. Secara spesifik, larva dominan ditemukan pada suhu optimal 25–30°C (33,6% rumah), TDS <150 mg/L (38,0% rumah), EC <150 µS/cm (28,9% rumah), pH basa >8,0 (51,4% rumah), serta kondisi salinitas homogen <0,5 ppt (100% air tawar). Analisis GIS menunjukkan pola sebaran larva mengelompok pada titik tertentu. Kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar larva ditemukan pada kontainer dengan karakteristik suhu, TDS, EC, pH, dan salinitas tertentu. Disarankan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ember dan baskom minimal seminggu sekali, institusi terkait diharapkan memanfaatkan hasil pemetaan untuk memprioritaskan edukasi dan pemeriksaan jentik, serta peneliti selanjutnya disarankan menggunakan uji statistik dan menambahkan variabel karakteristik kontainer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: DBD; Aedes sp.; parameter air; pemetaan spasial; GIS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:31
Last Modified: 13 Oct 2026 03:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59459

Actions (login required)

View Item
View Item