Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran Peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2026


KARIMATUNNISA, . (2026) Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran Peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2026. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011221184-6u3c1Jl4YhA8znmy-20260716111118.pdf] Text
K011221184-6u3c1Jl4YhA8znmy-20260716111118.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kepatuhan membayar iuran sangat krusial bagi keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, tingginya angka tunggakan pada segmen peserta mandiri masih menjadi kendala utama dalam stabilitas pembiayaan program. Somba Opu menjadi Kecamatan yang berada di Kabupaten Gowa dengan tunggakan yang paling tinggi yaitu sebanyak 42.908 pada tahun 2025. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran peserta BPJS Kesehatan mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2026. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta BPJS Kesehatan mandiri di wilayah kerja Puskesmas Somba Opu yaitu sebanyak 4.348 peserta. Sampel berjumlah 367 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan metode pengumpulan data menggunakan alat berupa kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000), pendapatan (p=0,008), kemampuan membayar (p=0,000), persepsi manfaat dan risiko (p=0,026), sanksi (p=0,000), dan kemudahan akses pembayaran (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran peserta BPJS Kesehatan mandiri, sedangkan kualitas layanan (p=0,506) tidak berhubungan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, pendapatan, kemampuan membayar, dan kemudahan akses pembayaran tetap berhubungan signifikan dengan kepatuhan membayar iuran. Kemudahan akses pembayaran merupakan faktor yang paling dominan (p= 0,000, OR=6,854, CI=2,327 – 20,184), yang berarti responden dengan akses pembayaran yang mudah memiliki peluang 6,854 kali lebih besar untuk patuh membayar iuran dibandingkan responden yang mengalami kesulitan akses pembayaran. Kesimpulan. Kepatuhan membayar iuran peserta BPJS Kesehatan mandiri secara dominan ditentukan oleh kemudahan akses pembayaran dan didukung oleh tingkat pendapatan peserta. BPJS Kesehatan diharapkan dapat memperluas jaringan kanal pembayaran lokal berbasis komunitas guna memfasilitasi keterjangkauan transaksi peserta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: BPJS Kesehatan Mandiri, Kepatuhan Membayar, Iuran, Kemudahan Akses Pembayaran.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 13 Oct 2026 02:28
Last Modified: 13 Oct 2026 02:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59456

Actions (login required)

View Item
View Item