Hubungan Kebisingan dan Gangguan Muskoskeletal Disorder (MSDs) dengan Stres Kerja pada Pekerja Unit Crusher PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep Tahun 2026


RESKIANI, ANDI ROFIFAH (2026) Hubungan Kebisingan dan Gangguan Muskoskeletal Disorder (MSDs) dengan Stres Kerja pada Pekerja Unit Crusher PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep Tahun 2026. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011221164-TgwvNPQHn4mcf2hJ-20260713185813.pdf] Text
K011221164-TgwvNPQHn4mcf2hJ-20260713185813.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kebisingan di lingkungan kerja merupakan faktor fisik yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja, termasuk kelelahan kerja dan gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Paparan kebisingan dengan intensitas tinggi dan berlangsung terus-menerus, dapat menyebabkan stres fisiologis dan ketegangan otot yang memicu keluhan nyeri, kekakuan, serta gangguan muskuloskeletal. Selain itu, kebisingan juga dapat meningkatkan stres kerja yang memperburuk kondisi fisik pekerja. Oleh karena itu, pengendalian kebisingan penting dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Adapun variabel yang diteliti yaitu intensitas kebisingan, usia, masa kerja, shift kerja, kelelahan kerja, muskoskeletal disorder, dan penggunaan alat pelindung telinga. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross sectional dengan menggunakan metode total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di Unit Crusher PT. Semen Tonasa sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat pengukuran kebisingan sound level meter dan kelelahan kerja reaction timer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-Sqaure dan Fisher’s Exact Test. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel berhubungan yang signifikan dengan stres kerja yaitu, Intensitas Kebisingan P = 0,000 Muskoskeletal Disorder (MSDs) P = 0,002, Kelelahan Kerja P = 0,000 dan Penggunaan Alat Pelindung Telinga P = 0,031. sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan stres kerja yaitu Masa Kerja P = 0,265, Usia P = 0,644, Shift Kerja P = 0,421 Kesimpulan. Intensitas Kebisingan, Muskoskeletal Disorder (MSDs), Kelelahan Kerja dan penggunaan alat pelindung telinga berhubungan dengan stres kerja pada pekerja unit crusher PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Intensitas Kebisingan, Muskoskeletal Disorder (MSDs), dan Kelelahan Kerja
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 13 Oct 2026 02:53
Last Modified: 13 Oct 2026 02:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59432

Actions (login required)

View Item
View Item