MENELUSURI RAGAM HAMBATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN GETAH PINUS BERBASIS PENDEKATAN NINE PLAGUES OF PARTICIPATION DI DESA ERELEMBANG, KABUPATEN GOWA


FATWA, MUH. (2026) MENELUSURI RAGAM HAMBATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN GETAH PINUS BERBASIS PENDEKATAN NINE PLAGUES OF PARTICIPATION DI DESA ERELEMBANG, KABUPATEN GOWA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221046-1gx67SBehmQt39In-20260729193046.pdf] Text
M011221046-1gx67SBehmQt39In-20260729193046.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

MUH. FATWA (M011221046). Menelusuri Ragam Hambatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Getah Pinus Berbasis Pendekatan Nine Plagues of Participation di Desa Erelembang, Kabupaten Gowa. Dibimbing oleh Fatwa Faturachmat Partisipasi masyarakat memainkan peran kunci dalam menentukan keberhasilan program Perhutanan Sosial (PS). Masyarakat kerap menghadapi berbagai hambatan, baik internal maupun struktural, yang membatasi keterlibatan substantif mereka dalam program Perhutanan Sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan partisipasi anggota KTH Bontorannu dalam pengelolaan HKm getah pinus di Desa Erelembang, Kabupaten Gowa berdasarkan kerangka Nine Plagues of Participation. Penelitian menjalankan metode wawancara mendalam terhadap 13 informan yang dipilih secara purposive sampling, didukung observasi lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesembilan hambatan partisipasi ditemukan dalam pengelolaan HKm di KTH Bontorannu, mulai dari dominasi mitra swasta dalam penetapan harga getah pinus, proses administrasi perizinan yang diambil alih sepenuhnya oleh mitra, hingga anggota yang menandatangani kontrak eksklusif 10 tahun tanpa memahami isinya. Hambatan yang paling dominan adalah partisipasi selektif dan peran paternalistik mitra swasta, yang secara sistematis membatasi keterlibatan substantif anggota melalui monopoli informasi kontrak, penetapan harga sepihak, dan pengambilalihan proses administrasi perizinan oleh pihak mitra. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun program HKm secara formal telah berjalan, pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya belum terwujud di KTH Bontorannu. Oleh karena itu, diperlukan reformasi pola pendampingan perhutanan sosial yang lebih berkeadilan, transparan, dan berbasis penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hutan Kemasyarakatan, hambatan partisipasi, Nine Plagues of Participation, perhutanan sosial, KTH Bontorannu
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 12 Oct 2026 08:54
Last Modified: 12 Oct 2026 08:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59389

Actions (login required)

View Item
View Item