ARAHAN REHABILITASI LAHAN KRITIS MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN BIOFUEL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JENEBERANG


R., KHADIJAH (2026) ARAHAN REHABILITASI LAHAN KRITIS MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN BIOFUEL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JENEBERANG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221111-10aAsMDbrdXZNhKy-20260808124902.pdf] Text
M011221111-10aAsMDbrdXZNhKy-20260808124902.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Lahan kritis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang yang ditandai oleh tingginya tingkat erosi memerlukan upaya rehabilitasi yang mampu memulihkan fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pengembangan tanaman biofuel Ketapang (Terminalia catappa Linn.) dan Kesambi (Schleichera oleosa (Lour.) Oken) pada lahan yang sesuai secara biofisik dan pemanfaatan ruang. Tujuan. Penelitian ini bertujuan memetakan lahan kritis berdasarkan prediksi erosi, menganalisis kesesuaian lahan tanaman Ketapang dan Kesambi, serta menyusun arahan pengembangan tanaman biofuel pada lahan kritis di DAS Jeneberang. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Prediksi erosi dianalisis menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), evaluasi kesesuaian lahan dilakukan melalui metode matching antara karakteristik lahan dan persyaratan tumbuh tanaman, sedangkan arahan rehabilitasi lahan kritis disusun melalui analisis overlay peta prediksi erosi, peta kesesuaian lahan, dan peta rencana pola ruang. Hasil. Lahan kritis di DAS Jeneberang yang direpresentasikan oleh kelas erosi berat dan sangat berat memiliki luas 41.893,62 ha. Analisis kesesuaian lahan mencatat tanaman Ketapang memiliki potensi pengembangan seluas 42.242,01 ha (53,55%), sedangkan Kesambi seluas 5.670,81 ha (7,19%). Total lokasi arahan pengembangan tanaman biofuel pada lahan kritis diperoleh seluas 9.071,44 ha, yang terbagi atas alokasi tanaman Ketapang (7.831,14 ha), Kesambi (219,86 ha), dan kombinasi keduanya (1.020,44 ha). Kesimpulan. Arahan rehabilitasi lahan kritis pada kawasan budidaya diterapkan melalui sistem agroforestri yang mengintegrasikan teknik konservasi tanah dan air, sedangkan pada kawasan hutan diarahkan sebagai vegetasi reboisasi pengayaan (enrichment planting) untuk mendukung pemulihan fungsi ekologis DAS secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: DAS Jeneberang, Kesesuaian Lahan, Lahan Kritis, Tanaman Biofuel, USLE, Sistem Informasi Geografis (SIG).
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 12 Oct 2026 08:13
Last Modified: 12 Oct 2026 08:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59376

Actions (login required)

View Item
View Item