FIRSTIANDY, WINGGARA (2026) ANALISIS KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA MELALUI SAMBUNGAN PIPA BERBENTUK ”T” DENGAN VARIASI PERBANDINGAN DIAMETER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D021221044-C52eSOfV0n6PqHNK-20260804112501.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
WINGGARA FIRSTIANDY. Analisis Karakteristik Aliran Fluida Melalui Sambungan Pipa Berbentuk "T" dengan Variasi Perbandingan Diameter, Di Laboratorium Mekanika Fluida Universitas Hasanuddin. (Dibimbing oleh Nasaruddin Salam). Sistem perpipaan merupakan salah satu cara untuk mendistribusikan fluida dari satu tempat ke tempat lain, dimana sambungan pipa berbentuk "T" digunakan untuk mengarahkan aliran fluida ke dua jalur yang berbeda. Sambungan pipa "T" pada sistem perpipaan akan mengakibatkan penurunan tekanan (pressure drop) akibat adanya turbulensi aliran yang menimbulkan gesekan besar pada dinding pipa sehingga menghasilkan head losses yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya penurunan tekanan, koefisien kerugian, dan bilangan Reynolds terhadap karakteristik aliran fluida melalui sambungan pipa berbentuk "T" serta menggambarkan hubungan antara penurunan tekanan, koefisien kerugian terhadap bilangan Reynolds dengan karakteristik aliran fluida melalui sambungan pipa berbentuk "T". Penelitian ini menggunakan fluida kerja air dengan densitas 997 kg/m³ dan viskositas 0,89 × 10⁻⁷ Mpa·s yang dianggap mengalir secara inkompresibel. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa PVC 1 inch, ¾ inch, dan ½ inch dengan variasi diameter masuk dan keluar yaitu 1" ke ½", 1" ke ¾", ¾" ke ½", ¾" ke 1", dan ½" ke 1" dengan 5 variasi pembukaan katup (50%, 60%, 70%, 80%, dan 90%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan pembukaan katup menyebabkan debit dan bilangan Reynolds meningkat, sedangkan koefisien kerugian dan pressure drop cenderung menurun. Variasi pipa 1" ke ½" menghasilkan koefisien kerugian terbesar yaitu 417,680 dengan pressure drop 5.899 Pa pada debit 0,5692 L/s, sedangkan variasi ½" ke 1" menghasilkan koefisien kerugian terkecil yaitu 3,425 dengan pressure drop 1.948 Pa pada debit 0,3509 L/s. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan berbanding terbalik antara bilangan Reynolds terhadap koefisien kerugian maupun pressure drop pada rentang pengujian yang dilakukan. Variasi diameter sambungan pipa berbentuk "T" berpengaruh nyata terhadap karakteristik aliran fluida, dimana semakin besar perubahan diameter antara inlet dan outlet, semakin besar gangguan aliran yang terjadi sehingga meningkatkan turbulensi, kehilangan energi, dan pressure drop. Sebaliknya, konfigurasi diameter yang lebih seimbang menghasilkan distribusi aliran yang lebih seragam dan efisiensi sistem perpipaan yang lebih baik. Secara keseluruhan, urutan koefisien kerugian dari yang terbesar hingga terkecil adalah 1" ke ½", 1" ke ¾", ¾" ke 1", ¾" ke ½", dan ½" ke 1", yang menunjukkan bahwa semakin besar penyempitan diameter pada sambungan pipa berbentuk T, maka semakin besar pula kehilangan energi yang terjadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sambungan pipa T, Koefisien kerugian, Pressure drop, Bilangan Reynolds, Debit aliran. |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 08:11 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 08:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59374 |
