AKSAL, MUH (2026) Efektivitas Berbagai Perlakuan Pematahan Dormansi terhadap Viabilitas dan Laju Perkecambahan Benih Kemiri (Aleurites moluccana L.) di Green House, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221019-o7JCDbmBezL1AUsg-20260803134436.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB)
Abstract (Abstrak)
MUH. AKSAL. Efektivitas Berbagai Perlakuan Pematahan Dormansi terhadap Viabilitas dan Laju Perkecambahan Benih Kemiri (Aleurites moluccana L.) di Green House, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin (dibimbing oleh Ahmad Rifqi Makkasau, S.Hut., M.Hut) Latar Belakang. Benih kemiri (Aleurites moluccana L.) memiliki dormansi fisik akibat kulit benih yang keras dan kedap air sehingga menyebabkan perkecambahan berlangsung lambat dan tidak seragam. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai metode pematahan dormansi terhadap viabilitas dan waktu berkecambah benih kemiri serta menentukan perlakuan yang paling efektif. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 di Green House, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan menggunakan 50 benih kemiri sehingga 4 x 10 x 50 = 2.000 benih. Perlakuan meliputi kontrol, pengamplasan, pembakaran selama 5, 10, dan 15 menit, perendaman air panas suhu awal 80°C, 90°C, dan 100°C selama 1 jam, serta perendaman larutan H₂SO₄ 20% dan HNO₃ 20% selama 10 menit. Parameter yang diamati yaitu persentase hidup berkecambah, daya berkecambah, dan waktu berkecambah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pematahan dormansi berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter. Perendaman air panas suhu awal 100°C selama 1 jam menghasilkan persentase hidup berkecambah tertinggi (34,5%) dan daya berkecambah tertinggi (23%), sedangkan pengamplasan menghasilkan waktu berkecambah tercepat, yaitu 25,20 hari. Kesimpulan. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, perlakuan perendaman air panas suhu awal 100°C selama 1 jam merupakan metode pematahan dormansi yang paling efektif untuk meningkatkan viabilitas dan keberhasilan perkecambahan benih kemiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aleurites moluccana L., benih kemiri, dormansi, perkecambahan, pematahan dormansi, viabilitas. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 07:48 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 07:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59361 |
