Pengaruh Pohon Bambu (Bambusa sp.) terhadap Variabel Lingkungan di Sekitar Pulau Lakkang


MASYUR, MUH. CHAERUL (2026) Pengaruh Pohon Bambu (Bambusa sp.) terhadap Variabel Lingkungan di Sekitar Pulau Lakkang. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011211259-DJhdYs6ZVN4XHLlB-20260818143058.pdf] Text
M011211259-DJhdYs6ZVN4XHLlB-20260818143058.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keberadaan vegetasi pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam membentuk kondisi mikroklimat, terutama di kawasan perkotaan yang mengalami peningkatan suhu akibat pembangunan. Pulau Lakkang sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan, salah satunya melalui keberadaan tegakan bambu (Bambusa sp.). Namun, informasi mengenai pengaruh bambu terhadap variabel lingkungan di kawasan tersebut masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur variabel lingkungan pada kawasan yang ditumbuhi bambu dan kawasan tanpa naungan bambu, membandingkan kondisi mikroklimat antara kedua lokasi, serta menentukan peran ekologis pohon bambu dalam menciptakan kenyamanan dan menjaga kualitas lingkungan. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di Ruang Terbuka Hijau Pulau Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Pengamatan dilakukan pada lima titik di area dalam naungan bambu dan lima titik di area luar naungan. Variabel yang diamati meliputi kecepatan angin, kelembapan udara, suhu udara, intensitas cahaya, dan tingkat kebisingan. Pengukuran dilakukan empat kali sehari selama tujuh hari berturut-turut menggunakan Environment Tester Mastech MS6300, kemudian dianalisis secara deskriptif serta diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan One-Way ANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa area di bawah naungan bambu memiliki kondisi mikroklimat yang lebih baik dibandingkan area terbuka. Naungan bambu mampu menurunkan intensitas cahaya dan suhu udara, meningkatkan kelembapan udara, menciptakan kondisi kecepatan angin yang lebih stabil, serta meredam tingkat kebisingan. Struktur tajuk dan rumpun bambu berperan dalam mengurangi radiasi matahari, meningkatkan kelembapan melalui proses transpirasi, menghambat aliran angin, serta menyerap dan menghamburkan gelombang suara sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih nyaman dan berkualitas. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pohon bambu (Bambusa sp.) memiliki peran ekologis yang penting dalam membentuk mikroklimat dan meningkatkan kualitas lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Pulau Lakkang. Keberadaan tegakan bambu berpotensi menjadi alternatif vegetasi dalam pengelolaan dan pengembangan RTH perkotaan karena mampu memberikan jasa ekosistem melalui pengaturan suhu, kelembapan, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan kebisingan, sehingga mendukung kenyamanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pulau Lakkang, Bambusa sp., Mikroklimat, Ruang Terbuka Hijau, Variabel Lingkungan
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 12 Oct 2026 07:29
Last Modified: 12 Oct 2026 07:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59359

Actions (login required)

View Item
View Item