ABDULLAH, SYAIBAH (2026) Hubungan Kelembapan Udara Ventilasi dan Intensitas Cahaya dengan Kepadatan Telur nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Paropo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221015-1bXuPDfYjIk68EdQ-20260714173349.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan penyakit. Faktor lingkungan fisik rumah, seperti kelembapan udara, ventilasi, dan intensitas cahaya, diduga memengaruhi aktivitas oviposisi serta perkembangan populasi nyamuk. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelembapan udara, kondisi ventilasi bangunan, dan intensitas cahaya dengan kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian berjumlah 110 bangunan yang terdiri atas 100 rumah dan 10 tempat umum dengan pemasangan 220 ovitrap pada lokasi indoor dan outdoor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pemasangan ovitrap, serta pengukuran kelembapan udara, ventilasi, dan intensitas cahaya. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 di Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil. Rata-rata kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti per bangunan sebesar 13,50 telur. Berdasarkan jenis bangunan, rata-rata kepadatan telur lebih tinggi ditemukan pada rumah yaitu sebesar 14,84 telur dibandingkan tempat umum sebesar 4,00 telur. Nilai Ovitrap Index (OI) sebesar 78,2% pada indoor dan 63,6% pada outdoor, sedangkan Ovitrap Density Index (ODI) sebesar 24,80 pada indoor dan 11,96 pada outdoor. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kelembapan udara indoor (p=0,000) dan kondisi ventilasi bangunan (p=0,000) dengan kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, kelembapan udara outdoor dan intensitas cahaya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (p>0,05). Kesimpulan. Kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti lebih tinggi ditemukan pada rumah dibandingkan tempat umum. Kelembapan udara indoor dan kondisi ventilasi bangunan berhubungan dengan kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga pengelolaan kondisi fisik bangunan menjadi salah satu aspek penting dalam pengendalian vektor DBD. Saran. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan kualitas ventilasi rumah dan melaksanakan program 3M Plus secara rutin sebagai upaya pengendalian vektor DBD berbasis lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kelembapan Udara, Ventilasi, Intensitas Cahaya, Kepadatan Telur, Aedes Aegypti, Ovitrap. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 07:38 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 07:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59350 |
