MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI JALAN TRANS PAPUA DI KABUPATEN MERAUKE


BETAUBUN, HERBIN FLORENSIUS (2026) MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI JALAN TRANS PAPUA DI KABUPATEN MERAUKE. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D013211011-WT8JvxoLZX9a6zlg-20260824161543.pdf] Text
D013211011-WT8JvxoLZX9a6zlg-20260824161543.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Herbin F. Betaubun. Model Pemilihan Moda Transportasi Jalan Trans Papua Di Kabupaten Merauke (dibimbing oleh Sumarni Hamid Aly, Sakti A. Adisasmitha, Muralia Hustim). Latar belakang: Aksesibilitas transportasi darat di wilayah perbatasan memiliki peran krusial dalam meningkatkan konektivitas, pemerataan layanan, dan mobilitas penduduk, namun studi mengenai perilaku pemilihan moda di kawasan dengan pilihan terbatas masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perilaku pemilihan moda transportasi pada koridor perintis Jalan Trans Papua di Kabupaten Merauke serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu utamanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan revealed preference melalui survei lapangan terhadap 405 pengguna aktual moda transportasi darat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi (ANOVA dan Chi-Square), serta Model Multinomial Logit (MNL) untuk menilai pengaruh atribut perjalanan, karakteristik sosial-ekonomi, dan faktor budaya terhadap pilihan antara Bus Damri, mobil pribadi, dan sepeda motor. Temuan utama mengungkapkan bahwa determinan perilaku pemilihan moda bersifat alternatif-spesifik. Pada persaingan antara Bus Damri dan mobil pribadi, faktor sosial-ekonomi seperti pendapatan, pendidikan, serta kepemilikan kendaraan dan SIM menjadi pembeda yang sangat kuat, di mana kelompok berpendapatan rendah sangat bergantung pada bus dan sensitif terhadap tarif. Sebaliknya, pada pilihan antara sepeda motor dan mobil pribadi, faktor budaya perjalanan berkelompok—yang dipicu oleh aktivitas sosial-budaya lokal seperti upacara adat—terbukti menjadi penjelas empiris yang signifikan. Penelitian ini memberikan kebaruan teoritis dengan mengintegrasikan variabel budaya perjalanan ke dalam model transportasi konvensional, membuktikan bahwa perilaku perjalanan di Papua tidak hanya bersifat individualistik tetapi juga komunal. Implikasi praktisnya, pengembangan transportasi di wilayah perbatasan perlu dirancang secara kontekstual dan inklusif, dengan fokus pada keterjangkauan biaya bagi kelompok ekonomi lemah serta penyediaan layanan yang peka terhadap pola mobilitas lokal masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Pemilihan Moda, Jalan Trans Papua, Perbatasan, Multinomial Logit, Budaya Perjalanan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 12 Oct 2026 06:35
Last Modified: 12 Oct 2026 06:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59313

Actions (login required)

View Item
View Item