ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALI EROSI DENGAN METODE HYDROOSEEDING VEGETASI PADA PERMUKAAN LERENG (STUDI KASUS: RUAS JALAN BTS. KAB. MAJENE – MAMUJU – KALUKKU)


RIDWAN, FIRMAN (2026) ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALI EROSI DENGAN METODE HYDROOSEEDING VEGETASI PADA PERMUKAAN LERENG (STUDI KASUS: RUAS JALAN BTS. KAB. MAJENE – MAMUJU – KALUKKU). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D012231041-polwdmuEnWtjH0yJ-20260809213134.pdf] Text
D012231041-polwdmuEnWtjH0yJ-20260809213134.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Firman Ridwan. Analisis Pengaruh Sistem Pengendali Erosi Dengan Metode Hydrooseeding Vegetasi Pada Permukaan Lereng (Studi Kasus: Ruas Jalan Bts. Kab. Majene – Mamuju – Kalukku) (dibimbing oleh Muhammad Arsyad Thaha dan A. Ildha Dwi Puspita) Latar Belakang. Erosi pada lereng jalan merupakan proses pelepasan dan pengangkutan partikel tanah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain intensitas dan durasi hujan, kemiringan lereng, karakteristik tanah, kondisi drainase. Pada lereng yang terbuka, energi kinetik butiran hujan dapat merusak struktur dan melepaskan partikel tanah, sedangkan air yang tidak mampu meresap ke dalam tanah akan mengalir di atas permukaan sebagai limpasan. Semakin besar volume dan kecepatan limpasan permukaan, semakin tinggi pula kemampuan aliran dalam mengangkut partikel tanah sehingga berpotensi membentuk alur erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis limpasan air permukaan, mengukur nilai resapan air, serta mengetahui pengaruh vegetasi terhadap pengendalian erosi pada lereng di ruas Jalan Batas Kab. Majene–Mamuju–Kalukku. Permasalahan utama yang dikaji adalah besarnya limpasan permukaan pada lereng eksisting tanpa vegetasi dan perubahan kemampuan resapan setelah diberikan perlakuan vegetasi melalui metode hydroseeding. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental melalui simulasi pengaliran air pada tiga kondisi permukaan lereng, yaitu tanpa vegetasi, vegetasi umur 14 hari, dan vegetasi umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan permukaan lereng memberikan perbedaan terhadap total sisa tampungan air, total resapan, dan koefisien limpasan. Pada lereng tanpa vegetasi, persentase resapan 20,93%, dan koefisien limpasan 0,79. Pada perlakuan vegetasi hydroseeding umur 14 hari, persentase resapan 56,47%, dan koefisien limpasan 0,44. Sementara itu, pada perlakuan vegetasi hydroseeding umur 28 hari, persentase resapan 77,74%, dan koefisien limpasan 0,22. Berdasarkan hasil tersebut, vegetasi pada permukaan lereng menunjukkan pengaruh terhadap penurunan limpasan dan peningkatan resapan air. Perlakuan hydroseeding umur 28 hari memberikan hasil paling baik dibandingkan perlakuan tanpa vegetasi dan hydroseeding umur 14 hari. Dengan demikian, metode vegetasi hydroseeding dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif pengendalian limpasan permukaan dan erosi pada lereng jalan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: hydroseeding, resapan air, limpasan permukaan, sedimen, erosi lereng.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 12 Oct 2026 06:08
Last Modified: 12 Oct 2026 06:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59291

Actions (login required)

View Item
View Item