Sistem Kerja dan Penerimaan Petani Pada Pemanenan Buah Kemiri di Dusun Arokke, Kecamatan Cenrana Baru, Kabupaten Maros


AGNESTYA, RANI (2026) Sistem Kerja dan Penerimaan Petani Pada Pemanenan Buah Kemiri di Dusun Arokke, Kecamatan Cenrana Baru, Kabupaten Maros. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221005-full.pdf] Text
M011221005-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah penghasil kemiri terbesar di Indonesia. Kabupaten Maros merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan kemiri. Dusun Arokke, Kecamatan Cenrana Baru, dipilih sebagai tempat penelitian karena di sana masih banyak masyarakat yang masih menggunakan cara tradisional dalam memanen kemiri. Mereka bekerja bersama keluarga dan menggunakan alat-alat sederhana yang sudah turun-temurun. Sistem kerja ini memengaruhi berapa banyak penerimaan yang didapatkan oleh petani, sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana petani bekerja saat memanen kemiri dan berapa banyak penerimaan yang mereka dapatkan dalam satu musim panen. Metode. Penelitian dilakukan dari November 2025 hingga Januari 2026 dengan menggunakan metode yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 20 petani kemiri dari total 40 keluarga. Data dikumpulkan dengan mengamati langsung di lapangan dengan melakukan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis untuk mengetahui total penerimaan petani. Hasil. Cara memanen kemiri di Dusun Arokke masih menggunakan metode tradisional, yang meliputi memungut, mengupas, menjemur, menyimpan, dan memecahkan biji menggunakan alat sederhana. Sebanyak 85% petani menggunakan tenaga kerja keluarga sendiri. Produksi kemiri bervariasi, mulai dari 50 kg hingga 400 kg per tahun, dengan harga jual rata-rata Rp30.000 per kg. Jadi, penerimaan petani berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp12.000.000 per tahun. Kesimpulan. Cara memanen kemiri di Dusun Arokke masih didominasi oleh metode tradisional yang menggunakan tenaga kerja keluarga dan alat sederhana. Penerimaan petani berbeda-beda dan dipengaruhi oleh berapa banyak kemiri yang dihasilkan, yang bergantung pada luas lahan, jumlah pohon yang produktif, dan pengalaman bertani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 09 Oct 2026 07:01
Last Modified: 09 Oct 2026 07:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59260

Actions (login required)

View Item
View Item