YAHYA S., MUH. MUHAEMIN (2026) Identifikasi dan Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Menggunakan Metode Change Detection Amplitudo Citra SAR Sentinel-1 dan Frequency Ratio di Daerah Aliran Sungai Suso. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011211203-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Indonesia merupakan negara rawan bencana akibat kondisi geologis dan geomorfologisnya, dengan tanah longsor sebagai salah satu bencana yang sering terjadi dan menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan. Risiko longsor meningkat karena curah hujan tinggi, lereng curam, jenis tanah yang mudah jenuh, serta alih fungsi lahan. Di hulu DAS Suso, Kabupaten Luwu, perubahan hutan lindung menjadi lahan pertanian dan permukiman berpotensi meningkatkan kerawanan longsor. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan kerawanan secara spasial menggunakan citra SAR Sentinel-1 yang efektif karena tidak terpengaruh awan dan cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran tanah longsor menggunakan citra SAR Sentinel-1, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian longsor di DAS Suso, serta menyusun peta kerawanan tanah longsor sebagai dasar perencanaan mitigasi dan pengelolaan wilayah berbasis risiko. Identifikasi longsor dilakukan dengan metode change detection amplitudo pada citra SAR Sentinel-1 melalui perbandingan nilai backscatter sebelum dan sesudah kejadian (dB) menggunakan Google Earth Engine, serta dikombinasikan dengan parameter lereng dan kelengkungan dari DEM. Analisis faktor penyebab menggunakan metode Frequency Ratio (FR) terhadap delapan parameter, dan validasi dilakukan pada 70 titik uji menggunakan confusion matrix. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 1.146 poligon longsor selama periode 2020–2025. Uji akurasi menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 87,14%, yang menunjukkan tingkat ketelitian yang baik. Analisis Frequency Ratio menunjukkan bahwa kemiringan lereng >45% memiliki nilai FR tertinggi (3,32), diikuti tutupan lahan pertanian lahan kering campur (2,03), geomorfologi perbukitan curam (1,65), elevasi 0–500 mdpl (1,67), curah hujan 4.067,55 mm/tahun (1,17), serta jenis tanah Inceptisols (1,13). Hasil ini menunjukkan bahwa faktor topografi dan perubahan tutupan lahan menjadi pengontrol utama kejadian longsor di DAS Suso. DAS Suso memiliki tingkat kerawanan longsor yang dipengaruhi secara signifikan oleh kombinasi kemiringan lereng curam, curah hujan tinggi, dominasi jenis tanah Inceptisols, serta perubahan tutupan lahan menjadi pertanian lahan kering campur. Metode change detection amplitudo citra SAR Sentinel-1 yang dikombinasikan dengan Frequency Ratio terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan memetakan kerawanan longsor, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana di Kabupaten Luwu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:00 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59259 |
