Analisis Perbedaan Mikroklimat dan Kandungan Klorofil pada Tumbuhan Trembesi (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus), dan Flamboyan (Delonix regia) di Hutan Kota Kantor Gubernur Sulawesi Selatan


MERIZKA, MAESTHI PETRA (2026) Analisis Perbedaan Mikroklimat dan Kandungan Klorofil pada Tumbuhan Trembesi (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus), dan Flamboyan (Delonix regia) di Hutan Kota Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011211041-fulll.pdf] Text
M011211041-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Maesthi Petra Merizka. berjudul Analisis Perbedaan Mikroklimat dan Kandungan Klorofil pada Tumbuhan Trembesi (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus), dan Flamboyan (Delonix regia) di Hutan Kota Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Mukrimin) Hutan kota berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan melalui kemampuannya memodifikasi kondisi mikroklimat. Perbedaan struktur tajuk antar jenis pohon diduga memengaruhi kondisi mikroklimat dan kandungan klorofil daun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kondisi mikroklimat pada tegakan trembesi (Samanea saman), angsana (Pterocarpus indicus), dan flamboyan (Delonix regia), mengetahui perbedaan kandungan klorofil daun berdasarkan posisi tajuk, serta mengkaji hubungan antara kondisi mikroklimat dan kandungan klorofil daun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Hutan Kota Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Parameter yang diamati meliputi suhu udara, kelembapan relatif, intensitas cahaya, tingkat kebisingan, dan kecepatan angin. Kandungan klorofil daun diukur menggunakan Chlorophyll Meter SPAD-502 pada posisi tajuk atas, tengah, dan bawah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, One-Way ANOVA, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis tegakan menciptakan kondisi mikroklimat yang berbeda. Tegakan trembesi memiliki suhu udara, intensitas cahaya, dan kecepatan angin yang lebih rendah serta kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan tegakan angsana dan flamboyan. Kandungan klorofil daun menunjukkan perbedaan berdasarkan posisi tajuk, dengan nilai tertinggi umumnya ditemukan pada tajuk atas. Analisis PCA menunjukkan adanya pengelompokan jenis pohon berdasarkan karakteristik mikroklimat dan kandungan klorofil, di mana flamboyan berasosiasi dengan kondisi lingkungan yang lebih terbuka, sedangkan trembesi berkaitan dengan kondisi yang lebih teduh dan lembap. Angsana menunjukkan karakteristik yang berada di antara kedua jenis tersebut. Secara keseluruhan, trembesi menunjukkan potensi terbaik dalam menciptakan kondisi mikroklimat yang mendukung akumulasi klorofil sehingga berpotensi meningkatkan fungsi ekologis hutan kota.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 09 Oct 2026 06:59
Last Modified: 09 Oct 2026 06:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59257

Actions (login required)

View Item
View Item