ANALISIS TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE FREKUENSI RASIO DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MALLUSETASI KABUPATEN BARRU


Akbar, Ma'rifa Dasilfa (2026) ANALISIS TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE FREKUENSI RASIO DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MALLUSETASI KABUPATEN BARRU. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011191173-fulll.pdf] Text
M011191173-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

MA’RIFA DASILFA AKBAR. Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor Menggunakan Metode Frekuensi Rasio di Daerah Aliran Sungai Mallusetasi Kabupaten Barru. (dibimbing oleh Andang Suryana Soma). Latar belakang. Indonesia merupakan negara rawan bencana karena kondisi geologisnya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama serta memiliki banyak gunung berapi aktif, sehingga meningkatkan potensi bencana seperti tanah longsor. DAS Mallusetasi di Kabupaten Barru memiliki karakteristik topografi, curah hujan tinggi, serta aktivitas alih fungsi lahan yang meningkatkan kerentanan terhadap longsor dan berdampak pada lingkungan serta sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Frekuensi Rasio berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dan memetakan tingkat kerawanan tanah longsor sebagai dasar mitigasi dan perencanaan wilayah. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya tanah longsor di DAS Mallusetasi dan membuat peta tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Mallusetasi. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di DAS Mallusetasi, Kabupaten Barru, dengan pengumpulan data melalui interpretasi citra penginderaan jauh, survei lapangan, serta pemanfaatan data sekunder seperti DEM, curah hujan, litologi, dan penutupan lahan yang diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan menggunakan metode Frekuensi Rasio (FR) untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian longsor dan faktor-faktor pengontrolnya, yang kemudian diintegrasikan dalam perhitungan Landslide Susceptibility Index (LSI) untuk menghasilkan peta kerawanan. Validasi model dilakukan menggunakan metode ROC-AUC guna mengukur tingkat akurasi, dan hasil akhir diklasifikasikan menjadi lima tingkat kerawanan menggunakan metode Natural Breaks (Jenks). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian tanah longsor di DAS Mallusetasi periode 2020–2024 bersifat fluktuatif dengan kecenderungan meningkat, di mana faktor paling dominan yang memengaruhi adalah kemiringan lereng sangat curam (>45%), diikuti oleh litologi, ketinggian, arah lereng, dan tutupan lahan. Peta kerawanan menunjukkan wilayah didominasi kelas tinggi (29,64%), dengan validasi model yang baik (AUC ±0,89), serta area paling rawan terkonsentrasi di wilayah perbukitan Kecamatan Mallusetasi, khususnya Desa Nepo. Kesimpulan. Hasil analisis Frekuensi Rasio menunjukkan bahwa kemiringan lereng merupakan faktor paling dominan dalam memengaruhi kejadian tanah longsor, diikuti oleh litologi dan curah hujan, yang secara bersama-sama menjadi pengontrol utama di wilayah penelitian. Peta kerawanan menunjukkan dominasi kelas tinggi (29,64%) dan sangat tinggi (17,45%) yang umumnya tersebar di bagian hulu DAS Mallusetasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 09 Oct 2026 06:49
Last Modified: 09 Oct 2026 06:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59248

Actions (login required)

View Item
View Item