Potensi Serapan Karbon Pohon Pinus merkusii dan Schima wallichii di Area Arboretum Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin


Ardi, Ardi (2026) Potensi Serapan Karbon Pohon Pinus merkusii dan Schima wallichii di Area Arboretum Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011191055-fullll.pdf] Text
M011191055-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Hutan memiliki peranan penting sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis dan sebagai penyimpan karbon dalam bentuk biomassa. Informasi mengenai potensi biomassa dan simpanan karbon pada berbagai jenis tegakan diperlukan sebagai dasar pengelolaan hutan yang berkelanjutan, khususnya pada kawasan hutan pendidikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biomassa, simpanan karbon, dan serapan karbon dioksida (CO₂) pada tegakan Pinus merkusii dan Schima wallichii di Area Arboretum Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pohon yang terdiri atas 15 pohon pinus dan 15 pohon puspa. Data yang dikumpulkan meliputi diameter, tinggi pohon, volume tegakan, biomassa serasah litter trap, dan serasah lantai hutan. Pendugaan biomassa dilakukan menggunakan persamaan allometrik, sedangkan simpanan karbon dihitung sebesar 47% dari biomassa dan serapan CO₂ dikonversi menggunakan faktor 3,67. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan pinus memiliki total biomassa sebesar 22.225 kg/pohon dengan simpanan karbon sebesar 10.446 kg/pohon dan serapan CO₂ sebesar 38.337 kg/pohon. Sementara itu, tegakan puspa memiliki biomassa sebesar 3.752 kg/pohon, simpanan karbon sebesar 1.763 kg/pohon, dan serapan CO₂ sebesar 6.472 kg/pohon. Distribusi kelas diameter pada kedua jenis didominasi oleh kelas diameter menengah, yaitu 45–62 cm pada pinus dan 24–30 cm pada puspa dengan persentase masing-masing sebesar 53,33%. Kelas diameter terbesar memberikan kontribusi biomassa dan simpanan karbon tertinggi pada kedua jenis. Biomassa dan simpanan karbon serasah juga memberikan kontribusi terhadap total simpanan karbon kawasan meskipun nilainya relatif kecil. Kesimpulan. Pinus merkusii memiliki potensi biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO₂ yang lebih tinggi dibandingkan Schima wallichii. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh diameter, tinggi pohon, volume tegakan, dan karakteristik pertumbuhan masing-masing jenis. Tegakan dengan kelas diameter menengah hingga besar berkontribusi dominan terhadap akumulasi biomassa dan karbon sehingga berperan penting dalam mendukung mitigasi perubahan iklim di kawasan Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 09 Oct 2026 06:48
Last Modified: 09 Oct 2026 06:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59246

Actions (login required)

View Item
View Item