EVALUASI MANAJEMEN PAKAN DAN KECUKUPAN NUTRISI PADA PEMELIHARAAN AYAM ALOPE DI BUKIT BAHAGIA FARM = EVALUATION OF FEED MANAGEMENT AND NUTRITIONAL ADEQUACY IN THE REARING OF ALOPE CHICKENS AT BUKIT BAHAGIA FARM


RESKI, MUHAMMAD (2026) EVALUASI MANAJEMEN PAKAN DAN KECUKUPAN NUTRISI PADA PEMELIHARAAN AYAM ALOPE DI BUKIT BAHAGIA FARM = EVALUATION OF FEED MANAGEMENT AND NUTRITIONAL ADEQUACY IN THE REARING OF ALOPE CHICKENS AT BUKIT BAHAGIA FARM. D4 thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of FULL] Text (FULL)
V036221024-Yzn3abkxsr9GXSl5-20260715192929.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Manajemen pemberian pakan dan kecukupan nutrisi merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam alope. Ketidaksesuaian komposisi ransum maupun praktik pemberian pakan dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi yang berdampak pada performa ternak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manajemen pakan yang diterapkan, mengidentifikasi kandungan nutrisi ransum, serta mengevaluasi tingkat kecukupan nutrisi pada pemeliharaan ayam alope fase grower di Bukit Bahagia Farm, Kabupaten Barru. Metode. Penelitian dilaksanakan selama dua minggu pada bulan Mei 2026 menggunakan metode evaluatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur dengan pemilik farm. Kandungan nutrisi ransum dihitung berdasarkan tabel komposisi bahan pakan dari berbagai literatur dan dibandingkan dengan standar kebutuhan nutrisi ayam lokal fase grower breeder menurut SNI 7783-2:2022. Hasil. Ransum yang digunakan terdiri atas dedak padi (66,67%), jagung kuning (16,67%), dan konsentrat petelur (16,67%). Pakan diberikan dua kali sehari dengan waktu pemberian yang tidak konsisten, yaitu pukul 08.00–09.00 dan 17.00–18.00. Jumlah pakan yang diberikan mencapai 266,67 g/ekor/hari, melebihi rekomendasi 80–100 g/ekor/hari. Evaluasi kandungan nutrisi menunjukkan protein kasar (13,25%), energi metabolis (2.053 kkal/kg), dan fosfor tersedia (0,30%) belum memenuhi standar kebutuhan, sedangkan serat kasar (13,25%) dan kalsium (1,55%) melebihi batas standar. Kondisi tersebut sejalan dengan hasil pengamatan di lapangan, yaitu sekitar 20–30% ayam mengalami kerontokan bulu serta ditemukan beberapa kasus tulang lemah. Kesimpulan. Manajemen pemberian pakan dan komposisi ransum di Bukit Bahagia Farm belum memenuhi kebutuhan nutrisi ayam alope fase grower. Perbaikan formulasi ransum melalui pengurangan proporsi dedak padi, peningkatan proporsi jagung dan sumber protein berkualitas tinggi, serta penambahan suplemen pakan berupa premix vitamin-mineral, enzim fitase, dan asam amino sintetis direkomendasikan untuk meningkatkan kecukupan nutrisi, kesehatan, dan produktivitas ayam alope.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: ayam alope, evaluasi nutrisi, manajemen pakan, kecukupan nutrisi, dedak padi.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Teknologi Pakan Ternak
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 09 Oct 2026 05:36
Last Modified: 09 Oct 2026 05:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59226

Actions (login required)

View Item
View Item