HASMAWATI, HASMAWATI (2026) UJI KORELASI KEKUATAN MOTORIK EKSTREMITAS BAWAH DAN FUNGSI KESEIMBANGAN TERHADAP SUDUT TRUNK SAAT DUDUK-BERDIRI PADA POPULASI LANJUT USIA. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
C215212010-aGlyObWF8xe6Z75d-20260807110908.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Gerakan duduk-ke-berdiri (sit-to-stand, STS) merupakan salah satu gerakan transisional penting yang mencerminkan kekuatan otot ekstremitas bawah dan kapasitas keseimbangan pada lansia. Namun, bukti mengenai hubungan simultan antara kekuatan otot dan performa keseimbangan dengan kinematika batang tubuh selama STS berulang yang diukur menggunakan alat yang mudah diaplikasikan di klinik masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah dan performa keseimbangan dengan sudut fleksi batang tubuh selama Five-Repetition Sit-to-Stand Test (FRSTS) pada lansia yang tinggal di komunitas. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 83 lansia (usia rata-rata 67,5 ± 5,4 tahun). Kekuatan otot ekstremitas bawah diukur menggunakan handheld dynamometer, performa keseimbangan dinilai dengan Berg Balance Scale (BBS), sedangkan performa STS diukur berdasarkan durasi FRSTS. Sudut fleksi batang tubuh dianalisis menggunakan analisis gerak dua dimensi berbasis telepon pintar. Analisis korelasi Pearson dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil: Durasi FRSTS menunjukkan korelasi negatif yang bermakna dengan kekuatan fleksor panggul kanan (r = −0,228; p = 0,039), kekuatan fleksor lutut bilateral (r = −0,242 hingga −0,323; p < 0,05), dan kekuatan dorsifleksor pergelangan kaki kanan (r = −0,265; p = 0,015). Performa keseimbangan juga berhubungan dengan waktu FRSTS, dengan korelasi lemah pada skor total BBS (r = −0,344; p = 0,001) dan korelasi sedang pada skor BBS dinamis (r = −0,460; p < 0,001). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kekuatan otot maupun skor BBS dengan sudut fleksi batang tubuh. Kesimpulan: Performa FRSTS mencerminkan integrasi kekuatan otot ekstremitas bawah dan kapasitas keseimbangan dinamis. Sebaliknya, sudut fleksi trunk tampaknya merepresentasikan strategi gerakan yang bersifat multifaktorial, sehingga bukan merupakan penanda langsung gangguan neuromuskular pada lansia dengan tingkat fungsional yang relatif baik.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 00:28 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 00:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59225 |
