INDRIASTUTY, DANTY (2026) ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN KESEHATAN MATA DENGAN MENGGUNAKAN EYE CARE SITUATION ANALYSIS TOOL (ECSAT) PADA 3 KABUPATEN DI SULAWESI SELATAN. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
C025212004-ZUDB1miyuJpYx4QL-20260813135409.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Eye Care Situation Analysis Tool (ECSAT) merupakan instrumen World Health Organization untuk menilai tingkat kematangan sistem pelayanan kesehatan mata dan mendukung pengembangan integrated people-centred eye care. Evaluasi menggunakan ECSAT diperlukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kesenjangan sistem pelayanan kesehatan mata di tingkat daerah. Tujuan: Menganalisis dan membandingkan sistem pelayanan kesehatan mata di Kabupaten Barru, Kota Palopo, dan Kabupaten Kepulauan Selayar berdasarkan enam komponen ECSAT, yaitu Leadership and Governance, Service Delivery–Access, Service Delivery–Quality, Workforce and Infrastructure, Financing, dan Information Systems. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dan pendekatan deskriptif komparatif dilakukan di tiga wilayah di Sulawesi Selatan. Data diperoleh melalui survei lapangan, wawancara, dan penilaian unit pelayanan kesehatan mata menggunakan ECSAT. Sebanyak 31 indikator dinilai menggunakan skala kematangan 0–3 dan dibandingkan secara deskriptif antarwilayah tanpa uji statistik inferensial. Hasil: Skor total ECSAT tertinggi diperoleh Kabupaten Barru sebesar 1,89, diikuti Kabupaten Kepulauan Selayar 1,72 dan Kota Palopo 1,69; seluruhnya termasuk kategori needs major strengthening. Service Delivery–Quality dan Financing menunjukkan skor tertinggi pada ketiga wilayah, masing-masing 2,33. Kabupaten Barru menunjukkan capaian relatif lebih tinggi pada empat komponen lainnya. Kesenjangan utama meliputi pemerataan akses, integrasi pelayanan refraksi dan optik, pengelolaan sumber daya manusia, pemanfaatan data, serta belum tersedianya layanan low vision dan rehabilitasi penglihatan secara terstruktur. Kesimpulan: Sistem pelayanan kesehatan mata di ketiga wilayah masih memerlukan penguatan menyeluruh, terutama pada tata kelola, pemerataan akses, pengembangan tenaga kesehatan, layanan refraksi dan rehabilitasi penglihatan, serta pemanfaatan sistem informasi untuk perencanaan dan peningkatan mutu.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 05:56 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 05:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59156 |
