MUHAMMAD ZULKIFLI, MUHAMMAD ZULKIFLI (2026) PERBANDINGAN EFEK ANTARA CAIRAN RL, KOMBINASI RL DAN HES 6% , SERTA RL DAN GELATIN PASCA RESUSITASI LANJUT PASIEN SYOK HEMORAGIK KAJIAN TERHADAP : SYNDECAN-1 DAN NT-PROBNP”,. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
C018231004-H7NIAUjaK0M9TnvY-20260625174010.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Tujuan: Membandingkan efek larutan Ringer Laktat (RL), kombinasi RL dengan hydroxyethyl starch (HES) 6%, dan kombinasi RL dengan gelatin terhadap cedera glikokaliks endotel serta stres dinding miokard dengan mengkaji biomarker Syndecan-1 dan NT-proBNP setelah resusitasi lanjut pada pasien dengan syok hemoragik. Desain: Uji klinis terkontrol secara acak, tersamar ganda, dengan desain kelompok paralel, yang dilakukan di satu pusat penelitian dengan jumlah sampel kecil. Tempat: Instalasi Gawat Darurat dan Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar, serta Laboratorium Human Molecular and Research Center (HUMRC) Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Pasien dan Partisipan: Sebanyak 45 pasien dewasa dengan syok hemoragik dan memenuhi kriteria inklusi, diacak ke dalam tiga kelompok, masing-masing terdiri atas 15 pasien. Intervensi: Pasien mendapatkan resusitasi lanjut menggunakan RL, kombinasi RL dengan HES 6% 130/0,4, atau kombinasi RL dengan gelatin sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan melalui proses randomisasi. Pengukuran dan Hasil: Kadar Syndecan-1 dan NT-proBNP diukur pada awal penelitian (baseline), 24 jam, dan 72 jam setelah resusitasi lanjut. Perubahan kadar Syndecan-1 dari baseline hingga 72 jam menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (p = 0,001), dengan penurunan median pada kelompok RL serta peningkatan median pada kelompok RL + HES 6% dan RL + gelatin. Hubungan ini tetap bermakna setelah dilakukan penyesuaian terhadap biomarker awal dan kadar NT-proBNP pada 24 jam (p = 0,042). Perubahan kadar NT-proBNP juga berbeda secara bermakna dari baseline hingga 24 jam dan dari baseline hingga 72 jam (keduanya p < 0,001). Kelompok RL menunjukkan peningkatan awal tertinggi, kelompok RL + gelatin menunjukkan penurunan median, sedangkan kelompok RL + HES 6% menunjukkan peningkatan yang lebih lambat pada pengamatan berikutnya. Regimen cairan tetap berhubungan dengan perubahan NT-proBNP setelah dilakukan penyesuaian (p = 0,016). Temuan biomarker ini perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan ketidakseimbangan karakteristik awal antar kelompok, pengaruh klirens ginjal, keseimbangan cairan, serta sifat eksploratif dari penelitian ini. Kesimpulan: RL, kombinasi RL dengan HES 6%, dan kombinasi RL dengan gelatin berhubungan dengan pola perubahan Syndecan-1 dan NT-proBNP yang berbeda setelah resusitasi lanjut pada pasien syok hemoragik. Temuan ini bersifat eksploratif dan menghasilkan hipotesis baru, yang menunjukkan bahwa pemilihan jenis cairan resusitasi dapat memengaruhi respons awal biomarker endotel dan jantung. Penelitian multisenter dengan jumlah sampel yang lebih besar, yang juga mempertimbangkan keamanan ginjal, paparan transfusi, keseimbangan cairan kumulatif, derajat keparahan syok, serta luaran klinis yang relevan, masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | syok hemoragik, resusitasi lanjut, Ringer laktat, hydroxyethyl starch, gelatin, Syndecan-1, NT-proBNP |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59153 |
