Model Mitigasi Gerakan Tanah, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan = Landslide Mitigation Model, Herlang District, Bulukumba Regency, South Sulawesi


SUBHAN, AINUN AYU UTAMI (2026) Model Mitigasi Gerakan Tanah, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan = Landslide Mitigation Model, Herlang District, Bulukumba Regency, South Sulawesi. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D062232004-dp.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
D062232004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2028.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Gerakan tanah pada lereng landai Formasi Walanae sering dianggap berisiko rendah. Namun, litologi batupasir berkapur, tufa, dan batugamping yang mengalami pelapukan kimia tingkat lanjut hingga sempurna akibat curah hujan tinggi dan pengaruh struktur sesar aktif. Kejadian bencana pada 24 Mei 2023, dua titik bencana di Desa Borong menyebabkan kerusakan 17 rumah, amblesan jalan sepanjang 80 meter, dan pengungsian 47 jiwa. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara pendekatan mitigasi reaktif dengan kebutuhan data geologi bawah permukaan yang komprehensif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik geologi permukaan dan bawah permukaan, menganalisis mekanisme gerakan tanah, serta merumuskan model mitigasi sesuai kondisi geologi lokal 2 titik bencana di Desa Borong. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif pada dua titik bencana yang diberi nama Borong A dan Borong B melalui pemetaan geologi permukaan, survei Electrical Resistivity Tomography (ERT) konfigurasi Wenner-Schlumberger pada empat lintasan, uji laboratorium mekanika tanah, analisis X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menghitung Chemical Index of Alteration (CIA) dan diagram A–CN–K, serta analisis data curah hujan selama 15 tahun. Model mitigasi dievaluasi menggunakan Factor of Safety (FoS) dan Indeks Ketergantungan Geologi Mitigasi (IKGM) hasil modifikasi Weighted Linear Combination (WLC). Hasil. Pelapukan kimia tingkat lanjut hingga sempurna (CIA 83,64–94,77) ditemukan di lokasi penelitian. Lokasi Borong A dikendalikan oleh pelapukan kimia tingkat tinggi dengan dominasi mineral illit, klasifikasi tanah CH, dan zona resistivitas rendah (1–7 Ωm). Lokasi Borong B dikendalikan oleh pelapukan sempurna hingga tanah residu (dominasi kaolinit) serta struktur sesar yang teridentifikasi sebagai zona resistivitas sangat rendah (0,5–5 Ωm). Masing - masing lokasi mengalami tipe gerakan translational earth slide dan debris slide. Nilai IKGM rata-rata mencapai 77,47%, menunjukkan dominasi faktor geologi, sementara hasil perhitungan FoS cenderung overestimate terhadap kestabilan lereng landai. Kesimpulan. Penelitian ini merumuskan model mitigasi struktural terpadu berbasis geologi yang disesuaikan dengan dua mekanisme gerakan tanah yang berbeda. Pada lokasi Borong A, mitigasi difokuskan pada pengendalian pelapukan kimia melalui sistem drainase permukaan, penimbunan, dan penguatan rekahan. Pada Borong B, mitigasi diarahkan pada pengendalian drainase bawah permukaan, grouting rekahan, soil nailing, serta pembangunan retaining wall yang diperkuat. Dengan IKGM sebesar 77,47%, model ini memberikan pendekatan mitigasi yang akurat dan kontekstual untuk gerakan tanah pada lereng landai Formasi Walanae di wilayah tropis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: gerakan tanah, lereng landai, pelapukan kimia, tomografi resistivitas 2D, Formasi Walanae, Indeks Ketergantungan Geologi Mitigasi (IKGM)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Geologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 08 Oct 2026 03:34
Last Modified: 08 Oct 2026 03:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59144

Actions (login required)

View Item
View Item