ALAMSYAH, SYARWAN (2026) ANALISIS SPASIAL ZONASI KERENTANAN LONGSOR PADA SUBDAS WALANAE DAN DAS LISU, KABUPATEN SOPPENG - BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN = Spatial Analysis of Landslide Susceptibility Zoning in the Walanae SubWatershed and Lisu Watershed, Barru–Soppeng Regencies, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D061211089-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan kondisi topografi berlereng, litologi mudah lapuk, serta curah hujan yang tinggi. SubDAS Walanae dan DAS Lisu yang terletak di Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian longsor sehingga diperlukan upaya mitigasi melalui pemetaan zonasi kerentanan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas zonasi kerentanan longsor berdasarkan parameter penyusunnya serta mengetahui sebaran kejadian longsor pada setiap kelas zona kerentanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan Weight of Evidence. Parameter yang digunakan meliputi litologi, jarak dari sesar, jarak dari sungai, jarak dari jalan, kemiringan lereng, arah lereng, kelengkungan lereng (plan curvature), tata guna lahan, dan curah hujan. Data kejadian longsor diperoleh melalui interpretasi citra satelit dan verifikasi lapangan, kemudian dianalisis dalam bentuk raster. Seluruh parameter dioverlay untuk menghasilkan peta zonasi kerentanan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terbagi ke dalam lima kelas kerentanan longsor, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Zona kerentanan tinggi hingga sangat tinggi umumnya berkembang pada wilayah dengan kemiringan lereng curam, litologi kurang resisten, jarak dekat terhadap sesar dan sungai, serta penggunaan lahan non-hutan. Sebaran kejadian longsor dominan berada pada zona kerentanan tinggi dan sangat tinggi, yang menunjukkan tingkat kesesuaian hasil pemodelan yang baik. Peta zonasi kerentanan longsor yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan tata ruang dan upaya mitigasi bencana longsor di wilayah penelitian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Longsor, Analisis Spasial, Weight of Evidence, Zonasi Kerentanan |
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Geologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:15 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59143 |
