Identifikasi Diskontinuitas Seismik Mantel Menggunakan Data Prekursor SS Dengan Transformasi Linear Radon (Studi Kasus: Laut Andaman)


NADRY, ALIFYA KASIHKI (2026) Identifikasi Diskontinuitas Seismik Mantel Menggunakan Data Prekursor SS Dengan Transformasi Linear Radon (Studi Kasus: Laut Andaman). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H061221061-bEnJ1MloAZKNQtd3-20260817003317.pdf] Text
H061221061-bEnJ1MloAZKNQtd3-20260817003317.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Prekursor SS adalah gelombang shear yang memantul sekali dari permukaan Bumi dan tiba sebelum gelombang utama SS. Laut Andaman ini dipilih karena Laut Andaman merupakan salah satu kawasan tektonik aktif yang dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng India ke bawah Burma Microplate sehingga mengindikasikan adanya variasi struktur mantel yang cukup signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kedalaman diskontinuitas 410 km dan 660 km di bawah Laut Andaman menggunakan data prekursor SS. Metode. Data yang digunakan berupa 16 rekaman gelombang seismik yang diperoleh dari Incorporated Research Institutions for Seismology (IRIS). Pengolahan data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu rotasi komponen, filtering, windowing, penjajaran fase SS, stacking, serta analisis menggunakan Linear Radon Transform dengan tujuan meningkatkan kualitas sinyal prekursor. Selanjutnya dilakukan analisis Ray Tracing dan Ray parameter menggunakan software The TauP Toolkit untuk menentukan estimasi kedalaman diskontinuitas. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase prekursor berhasil diidentifikasi dengan cukup jelas, di mana fase S410S muncul sekitar −155 detik dan S660S sekitar −230 detik sebelum fase utama SS, dengan nilai slowness masing masing sekitar 0.25 s/deg dan 0.55 s/deg. Estimasi kedalaman diskontinuitas 410 km berada pada kedalaman rata-rata sekitar 380 km, sedangkan diskontinuitas 660 km berada pada kedalaman rata-rata sekitar 670 km. Hasil tersebut mengindikasikan adanya pengangkatan sekitar 30 km pada diskontinuitas 410 km dan depresi sekitar 10 km pada diskontinuitas 660 km dibandingkan kedalaman referensi global. Ketebalan Mantle Transition Zone yang diperoleh adalah sekitar 290 km, lebih besar dibandingkan ketebalan rata-rata global sekitar 250 km. Kondisi ini menunjukkan adanya pengaruh material mantel yang relatif lebih dingin akibat proses subduksi Lempeng India di bawah wilayah Andaman. Hasil penelitian juga menunjukkan kesesuaian dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa struktur zona transisi mantel di bawah Laut Andaman dipengaruhi oleh keberadaan slab India yang menunjam ke dalam mantel.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Prekursor SS, Diskontinuitas, Linier Radon Transform, Laut Andaman.
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 08 Oct 2026 02:07
Last Modified: 08 Oct 2026 02:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59103

Actions (login required)

View Item
View Item